Bali — Program Studi Ilmu Politik FISIP UNNES berkunjung ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali, Selasa (29/9/2026), untuk mempelajari praktik demokrasi lokal dan upaya menjaga kerukunan masyarakat di tengah keberagaman. Kunjungan berlangsung di Ruang Rapat Kesbangpol Bali dengan penuh semangat dan diikuti dosen serta mahasiswa Ilmu Politik FISIP UNNES.
Kegiatan tersebut disambut Sekretaris Kesbangpol Bali, Anak Agung Bagus Suryawan, AP., M.AP., bersama Kepala Bidang Politik Dalam Negeri I Made Artanegara, S.STP., M.Si., dan Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Drs. I Komang Kusuaedi, M.Si. Mereka memaparkan berbagai capaian dan program Kesbangpol Bali dalam menjaga kehidupan demokrasi, stabilitas sosial, serta harmoni masyarakat.
Dalam pemaparannya, I Made Artanegara menjelaskan bahwa capaian Kesbangpol Bali menempati peringkat kedua nasional dalam Indeks Demokrasi tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk masyarakat. Kesbangpol Bali juga berupaya melakukan mitigasi sejak dini terhadap berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu demokrasi dan memicu konflik di masyarakat.
Sementara itu, I Komang Kusuaedi menekankan pentingnya membangun harmoni dalam kehidupan bermasyarakat sekaligus menjaga marwah pribadi. “Sebagai anak bangsa kita harus saling harmoni, dan menjaga marwah, yaitu martabat, wibawa, dan harga diri,” ujarnya.
Dosen Ilmu Politik FISIP UNNES, Iwan Hardi Saputro, mendorong mahasiswa untuk mempersiapkan diri dan mengambil peran dalam menjaga demokrasi serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Diskusi berlangsung interaktif. Mahasiswa turut mengajukan pertanyaan mengenai tantangan demokrasi di era digital, termasuk bagaimana menghadapi pengaruh media sosial yang semakin banyak digunakan oleh generasi Z. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung strategi pemerintah daerah dalam menjaga demokrasi, kerukunan, dan stabilitas sosial di tengah keberagaman masyarakat Bali.






