Semarang— Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan Workshop Scopus Accelerator Program (SAP) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi dosen pada jurnal bereputasi internasional. Kegiatan berlangsung pada Rabu (9/9/2026) mulai pukul 09.00 WIB di Ruang Smart Classroom, Gedung AT Soegito FISIP UNNES.
Workshop diikuti oleh dosen dari Program Studi Ilmu Politik, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), serta Ilmu Komunikasi. Kegiatan menghadirkan Noor Malihah, S.Pd., M.Hum., Ph.D., editor Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies (IJIMS) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, sebagai narasumber. Kehadiran editor jurnal tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pemahaman mengenai proses dan pertimbangan editorial dalam publikasi artikel pada jurnal internasional bereputasi.
Kegiatan dibuka dengan arahan Wakil Dekan Bidang 3 FISIP UNNES, Dr. Sos. Puji Lestari, M.Si. Dalam sambutannya, Puji menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada narasumber yang telah berkenan hadir dan berbagi pengetahuan dengan para dosen FISIP UNNES. Menurutnya, SAP FISIP UNNES dirancang untuk memberikan pendampingan kepada dosen dalam mempersiapkan dan meningkatkan kualitas artikel yang akan dipublikasikan pada jurnal bereputasi internasional.
“Program SAP FISIP UNNES bertujuan memberikan pendampingan publikasi artikel Bapak/Ibu dosen pada jurnal bereputasi internasional. Karena itu, kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat pemahaman dosen terhadap standar publikasi internasional,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Noor Malihah menjelaskan strategi publikasi dari perspektif editor jurnal. Salah satu hal yang perlu diperhatikan penulis adalah memahami karakteristik dan scope jurnal yang menjadi target publikasi. Artikel yang dikirimkan harus memiliki kesesuaian antara topik, pendekatan, dan fokus kajian dengan ruang lingkup jurnal.
Selain substansi artikel, penulis juga perlu memperhatikan ketentuan teknis jurnal. Artikel harus disusun berdasarkan panduan penulis (author guidelines) dan template jurnal yang dituju. Menurut Noor, kepatuhan terhadap ketentuan tersebut tidak hanya menunjukkan kesiapan penulis, tetapi juga dapat membantu memperlancar proses kerja editor.
“Penulis perlu memahami karakter atau ‘belantara’ setiap jurnal yang dituju. Jangan sampai artikel yang sebenarnya sudah baik dikirimkan kepada jurnal yang scope-nya tidak sesuai. Selain itu, artikel perlu mengikuti author guidelines dan template yang telah ditentukan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa ketidaksesuaian artikel dengan ketentuan dasar jurnal dapat meningkatkan kemungkinan artikel ditolak pada tahap awal oleh editor. Oleh karena itu, penulis perlu melakukan pemetaan jurnal secara cermat sebelum mengirimkan naskah, termasuk memahami fokus dan ruang lingkup, karakter artikel yang diterbitkan, serta ketentuan penulisan yang berlaku.
Workshop berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan pembahasan langsung terhadap salah satu draf artikel milik peserta. Sesi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara lebih konkret aspek-aspek yang perlu diperbaiki agar sebuah artikel memiliki kesesuaian dengan standar jurnal yang dituju.
Dalam sesi tanya jawab, Iwan Hardi Saputro, dosen Program Studi Ilmu Politik FISIP UNNES, mengajukan pertanyaan mengenai konteks penelitian yang memiliki relevansi dengan IJIMS. Ia juga menanyakan standar penulisan paragraf dalam artikel ilmiah serta keterkaitannya dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
Pertanyaan tersebut kemudian berkembang menjadi diskusi mengenai strategi memilih jurnal, membangun relevansi artikel dengan scope jurnal, serta bagaimana penulis memastikan substansi dan penyajian artikel memenuhi standar akademik yang diharapkan oleh jurnal internasional.
Diskusi yang berlangsung mendalam memberikan wawasan baru bagi para peserta, khususnya mengenai perspektif editor dalam menilai artikel yang masuk ke jurnal. Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai aspek substansi artikel, tetapi juga mengenai pentingnya strategi dalam memilih jurnal dan mempersiapkan naskah sebelum proses submission. Kegiatan Workshop Scopus Accelerator Program berlangsung lancar hingga selesai. Melalui kegiatan ini, FISIP UNNES terus mendorong penguatan kapasitas dosen dalam menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas sekaligus meningkatkan peluang penerimaan artikel pada jurnal bereputasi internasional.




