Semarang – Program Doktor Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (S3 PIPS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali menggelar Ujian Promosi Doktor (Disertasi Tahap II/Terbuka) bagi mahasiswa doktor Didik Tri Setiyoko, sebagai bagian dari tahapan akhir penyelesaian studi doktoral. Ujian promosi tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Dekan FISIP UNNES Nomor B/573/UN37.1.3/PK.03.00/2026 tentang Penunjukan/Pengangkatan Penguji Ujian Disertasi Tahap II (Terbuka).
Dalam ujian terbuka tersebut, Didik Tri Setiyoko mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Komik Pendidikan Multikultural pada Masyarakat Jawa Sunda (Jasun) di Sekolah Dasar untuk Membentuk Sikap Toleransi.” Penelitian ini menawarkan inovasi pembelajaran IPS melalui media komik berbasis pendidikan multikultural yang dirancang untuk menanamkan nilai-nilai toleransi sejak jenjang sekolah dasar, khususnya pada masyarakat dengan latar belakang budaya Jawa dan Sunda. Judul disertasi tersebut tercantum dalam dokumen penetapan ujian promosi doktor yang diterbitkan oleh FISIP UNNES.
Ujian promosi doktor merupakan forum akademik tertinggi yang bertujuan menguji kualitas, orisinalitas, serta kontribusi ilmiah hasil penelitian doktoral. Dalam forum ini, promovendus memaparkan hasil penelitiannya di hadapan tim penguji sekaligus mempertanggungjawabkan temuan ilmiah yang dihasilkan melalui proses diskusi dan tanya jawab secara mendalam.
Tim penguji yang ditetapkan FISIP UNNES terdiri atas para akademisi senior, yakni Prof. Dr. Heri Tjahjono, M.Si. sebagai Ketua Penguji, Dr. sos. Puji Lestari, M.Si. sebagai Sekretaris Penguji, serta anggota penguji Prof. Dr. Drs. Saliman, M.Pd., Dr. Dra. Elly Kismini, M.Si., Prof. Dr. Arif Purnomo, S.Pd., S.S., M.Pd., Dr. Agustinus Sugeng Priyanto, M.Si., dan Prof. Dr. Eva Banowati, M.Si.
Disertasi yang diangkat Didik Tri Setiyoko berangkat dari pentingnya memperkuat pendidikan karakter di tengah keberagaman sosial budaya Indonesia. Melalui pengembangan media pembelajaran berbentuk komik pendidikan multikultural, penelitian ini diharapkan mampu menjadi alternatif inovatif bagi guru IPS dalam menanamkan sikap toleransi, menghargai perbedaan, serta membangun kehidupan sosial yang harmonis di lingkungan sekolah.
Pemanfaatan komik sebagai media pembelajaran dinilai memiliki keunggulan dalam menyampaikan pesan-pesan sosial secara menarik, kontekstual, dan mudah dipahami oleh peserta didik. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai multikultural ke dalam cerita yang dekat dengan kehidupan siswa, media tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman sekaligus membentuk karakter toleran sejak usia dini.
Pelaksanaan ujian promosi doktor ini sekaligus mencerminkan komitmen Program Doktor Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial FISIP UNNES dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu melahirkan inovasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.
Capaian akademik ini juga sejalan dengan komitmen Universitas Negeri Semarang dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Penelitian mengenai pengembangan komik pendidikan multikultural memberikan kontribusi nyata terhadap SDG 4 (Quality Education) melalui pengembangan media pembelajaran inovatif yang meningkatkan kualitas pendidikan karakter. Selain itu, penelitian ini mendukung SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) dengan menanamkan nilai toleransi, penghormatan terhadap keberagaman, dan budaya damai sejak usia sekolah. Penguatan nilai-nilai multikultural tersebut juga berkontribusi terhadap SDG 10 (Reduced Inequalities) melalui upaya membangun sikap inklusif, saling menghargai, dan mengurangi potensi diskriminasi di lingkungan pendidikan.










