Surakarta – Asosiasi Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Indonesia (APPSANTI) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APPSANTI 2026 di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, pada 31 Juli–1 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi para pengelola program studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menyusun arah kebijakan organisasi, memperkuat jejaring akademik, serta menyelaraskan kurikulum nasional agar sesuai dengan perkembangan kebijakan pendidikan tinggi dan kebutuhan masyarakat.
Rangkaian kegiatan Rakernas diawali dengan pembukaan resmi, dilanjutkan talkshow, rapat kurikulum, rapat komisi, rapat pleno penetapan program kerja APPSANTI periode berikutnya, hingga penutupan yang dirangkaikan dengan Gala Dinner dan Awarding Night. Seluruh agenda tersebut dirancang sebagai wadah kolaborasi antarlembaga dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi di bidang Pendidikan Sosiologi dan Antropologi.
Salah satu agenda utama dalam Rakernas adalah Rapat Kurikulum APPSANTI, yang membahas penyempurnaan kompetensi lulusan Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi. Dalam forum tersebut, peserta menyepakati sejumlah usulan kompetensi utama lulusan, di antaranya penguasaan konsep teoretis bidang Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, kemampuan menyelesaikan permasalahan pembelajaran secara prosedural pada pendidikan formal, informal, maupun nonformal, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan sosial yang dinamis. Selain itu, peserta juga merumuskan kompetensi inti lulusan yang meliputi penguasaan teori sosiologi dan antropologi, teori pedagogi, kemampuan merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran, serta kemampuan melakukan penelitian sosial dan pendidikan.
Ketua dan perwakilan program studi yang hadir juga melakukan evaluasi terhadap implementasi kurikulum yang telah berjalan, sekaligus mendiskusikan strategi harmonisasi Outcome-Based Education (OBE) dengan standar nasional pendidikan tinggi. Pembahasan tersebut diharapkan menghasilkan kurikulum yang lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, transformasi digital, serta tuntutan dunia kerja, tanpa mengesampingkan karakter keilmuan Sosiologi dan Antropologi sebagai disiplin yang berorientasi pada pemahaman masyarakat dan perubahan sosial.
Selain pembahasan kurikulum, Rakernas turut menetapkan arah program kerja APPSANTI periode 2024–2029. Beberapa prioritas yang disepakati meliputi pembentukan forum kurikulum nasional, penyelarasan capaian pembelajaran lulusan (CPL), penyelenggaraan Visiting Lecturer nasional, penguatan kolaborasi penelitian, pembentukan forum pengelola jurnal, pengembangan publikasi ilmiah, pelaksanaan pelatihan bagi dosen dan tenaga kependidikan, hingga perluasan kemitraan nasional dan internasional. Program-program tersebut dirancang untuk memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola kelembagaan program studi anggota APPSANTI.
Suasana diskusi selama Rakernas berlangsung dinamis dan konstruktif. Para peserta aktif memberikan masukan mengenai pengembangan kompetensi lulusan, sinkronisasi mata kuliah, penguatan pembelajaran berbasis praktik, serta strategi peningkatan akreditasi program studi. Melalui forum ini, APPSANTI kembali menegaskan perannya sebagai wadah kolaborasi nasional yang mendorong peningkatan mutu pendidikan Sosiologi dan Antropologi di Indonesia.
Rakernas APPSANTI 2026 juga menjadi momentum penting untuk mempererat jejaring akademik antarperguruan tinggi. Pertemuan tersebut membuka peluang kolaborasi dalam bidang penelitian, pertukaran dosen, pengembangan kurikulum bersama, publikasi ilmiah, hingga penyelenggaraan kegiatan kemahasiswaan secara nasional. Dengan sinergi yang semakin kuat, APPSANTI diharapkan mampu menghasilkan berbagai inovasi yang mendukung peningkatan kualitas lulusan Pendidikan Sosiologi dan Antropologi.
Pelaksanaan Rakernas APPSANTI 2026 sejalan dengan komitmen perguruan tinggi Indonesia dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Penyusunan kurikulum nasional berbasis OBE berkontribusi terhadap SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan mutu pendidikan tinggi dan peningkatan kompetensi lulusan. Kolaborasi antarperguruan tinggi dalam penyusunan kurikulum, penelitian, dan pengembangan kelembagaan mendukung SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan akademik nasional dan internasional. Selain itu, pengembangan kompetensi lulusan yang adaptif terhadap perubahan sosial dan kebutuhan dunia kerja turut mendukung SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang profesional, inovatif, dan berdaya saing di tingkat global.







