Surakarta – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Semarang (UNNES). Sellya Saraswati Dewi, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, berhasil meraih Juara II Lomba Microteaching pada Kompetisi Nasional Mahasiswa Asosiasi Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Indonesia (APPSANTI) x CARVENOS 2026.
Penghargaan tersebut diumumkan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, dalam rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional Asosiasi Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Indonesia (APPSANTI) yang diselenggarakan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta. Kompetisi microteaching ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia sebagai ajang untuk menguji kompetensi pedagogik, kreativitas pembelajaran, keterampilan komunikasi, serta kemampuan mengelola kelas sebagai calon pendidik profesional.
Keberhasilan Sellya menjadi bukti bahwa mahasiswa Pendidikan Sosiologi dan Antropologi FISIP UNNES memiliki kompetensi yang unggul dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang inovatif, komunikatif, dan berpusat pada peserta didik. Melalui penampilan microteaching yang ditunjukkan selama kompetisi, Sellya mampu mengintegrasikan penguasaan materi, strategi pembelajaran, penggunaan media pembelajaran, serta kemampuan membangun interaksi yang efektif dengan peserta didik dalam situasi kelas simulatif.
Prestasi tersebut diraih di bawah bimbingan Harto Wicaksono, S.Pd., M.A., yang mendampingi Sellya sejak tahap persiapan, penyusunan perangkat pembelajaran, pengembangan strategi mengajar, hingga simulasi presentasi. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari komitmen Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi FISIP UNNES dalam menghasilkan calon guru yang profesional, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan.
Harto Wicaksono menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras yang ditunjukkan Sellya selama mengikuti kompetisi. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari proses belajar yang konsisten, latihan yang berkelanjutan, serta kemampuan mahasiswa dalam menerapkan teori pendidikan ke dalam praktik pembelajaran yang efektif.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya menguasai konsep-konsep pendidikan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam praktik mengajar yang kreatif, komunikatif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus meningkatkan kompetensi sebagai calon pendidik profesional,” ujarnya.
Keberhasilan tersebut semakin memperkuat budaya akademik yang berorientasi pada kualitas pembelajaran dan pengembangan kompetensi calon guru di lingkungan FISIP UNNES. Selain menjadi kebanggaan bagi Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, prestasi ini juga menunjukkan kesiapan mahasiswa untuk bersaing di tingkat nasional sekaligus menjadi pendidik yang mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.
Prestasi ini sejalan dengan komitmen Universitas Negeri Semarang dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Keberhasilan dalam kompetisi microteaching berkontribusi terhadap SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kompetensi pedagogik, inovasi pembelajaran, dan peningkatan kualitas calon pendidik. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mempersiapkan lulusan yang kompeten dan siap memasuki dunia kerja profesional di bidang pendidikan. Kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan APPSANTI turut mencerminkan implementasi SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan jejaring akademik nasional dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan pengembangan profesi guru. Melalui prestasi ini, mahasiswa FISIP UNNES kembali menunjukkan bahwa kualitas akademik, profesionalisme, dan semangat inovasi merupakan modal utama dalam mencetak pendidik yang unggul dan berdaya saing.




