Selangor, Malaysia – Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) memperkenalkan sekaligus melestarikan kuliner tradisional Indonesia melalui Workshop Makanan dan Minuman Tradisional Indonesia yang digelar di Inki River Park, Selangor, Malaysia, pada 2 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Giat Internasional 6 dan sekaligus menjadi ruang pertukaran budaya antara mahasiswa Indonesia, akademisi, dan masyarakat lokal Malaysia.
Workshop dikemas secara interaktif melalui kegiatan memasak bersama. Peserta diperkenalkan dengan bahan, filosofi, serta proses pengolahan sejumlah kuliner tradisional Indonesia, yakni jamu, pecel, dan gethuk. Setelah mendapatkan penjelasan, peserta bersama-sama mempraktikkan proses pengolahan hingga makanan dan minuman tersebut siap untuk dinikmati.
Kegiatan melibatkan 46 mahasiswa FISIP UNNES sebagai peserta Giat Internasional 6, serta masyarakat setempat. Pelaksanaan workshop juga berkolaborasi dengan lima dosen Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Sebagai bagian dari pertukaran budaya, masyarakat lokal turut memperkenalkan kuliner khas Malaysia melalui kegiatan pembuatan bubur lambuk yang melibatkan enam orang warga setempat.
Interaksi melalui aktivitas memasak tersebut memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk mengenal kekayaan kuliner Indonesia sekaligus memahami keberagaman tradisi pangan di Malaysia. Model pembelajaran berbasis pengalaman ini menjadikan kuliner tidak sekadar sebagai makanan, tetapi juga sebagai media untuk memperkenalkan identitas budaya, membangun komunikasi lintas budaya, dan mempererat hubungan antarmasyarakat.
Bagi mahasiswa FISIP UNNES, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengembangkan pengalaman belajar di lingkungan internasional. Keterlibatan mahasiswa dalam proses memasak, berinteraksi dengan warga lokal, serta berkolaborasi dengan akademisi UTM memberikan ruang bagi mereka untuk mempraktikkan keterampilan komunikasi, kerja sama, dan pemahaman terhadap keberagaman budaya secara langsung.
Workshop ini juga memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Melalui pembelajaran berbasis pengalaman dan pertukaran budaya, kegiatan ini mendukung pengembangan pengetahuan serta pemahaman peserta mengenai keberagaman budaya dan kehidupan masyarakat global. Pelestarian kuliner tradisional juga relevan dengan SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, terutama pada aspek pelindungan dan penguatan warisan budaya.
Selain itu, kolaborasi antara FISIP UNNES, UTM, mahasiswa, dan masyarakat lokal turut mendukung SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kemitraan lintas institusi dan lintas negara tersebut menunjukkan bahwa pendidikan dan pelestarian budaya dapat dikembangkan melalui kerja sama yang melibatkan perguruan tinggi dan masyarakat.
Melalui Giat Internasional 6, FISIP UNNES tidak hanya menghadirkan pengalaman akademik bagi mahasiswa di tingkat internasional, tetapi juga mendorong diplomasi budaya melalui cara yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Jamu, pecel, gethuk, dan bubur lambuk menjadi media untuk mempertemukan masyarakat Indonesia dan Malaysia dalam suasana belajar, berbagi, dan menghargai kekayaan tradisi masing-masing.






