FISIP UNNES dan Mitra Dorong Model Pendidikan Politik Inklusif untuk Pemilu Ramah Disabilitas di Wonosobo

Universitas Negeri Semarang > Faculty of Social Sciences and Political Science > Berita > FISIP UNNES dan Mitra Dorong Model Pendidikan Politik Inklusif untuk Pemilu Ramah Disabilitas di Wonosobo

Wonosobo — Upaya mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas diperkuat melalui Forum Group Discussion (FGD) “Demokrasi Tanpa Diskriminasi: Model Pendidikan Politik Inklusif untuk Mewujudkan Penyelenggaraan Pemilu Kabupaten Wonosobo Ramah Disabilitas” di Kabupaten Wonosobo, Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan yang dikoordinasikan Iwan Hardi Saputro, M.Si. tersebut mempertemukan tim peneliti FISIP Universitas Negeri Semarang (UNNES), KPU Kabupaten Wonosobo, pengurus Ikatan Disabilitas Wonosobo (IDW), serta penyandang disabilitas di Kabupaten Wonosobo. FGD dilaksanakan sebagai bagian dari kajian berbasis riset akademis untuk merumuskan kerangka pendidikan politik yang inklusif sekaligus mendorong tersedianya akses pemilu yang setara bagi seluruh warga negara.

Forum tersebut bertujuan merumuskan bersama kerangka kerja pendidikan politik inklusif yang dapat menjamin hak politik dan aksesibilitas penyandang disabilitas dalam seluruh tahapan pemilu. Pembahasan tidak hanya menyoroti aspek pendidikan politik, tetapi juga mengidentifikasi berbagai hambatan teknis maupun kultural yang berpotensi membatasi partisipasi penyandang disabilitas dalam proses demokrasi.

Dalam diskusi, akademisi, penyelenggara pemilu, dan komunitas disabilitas bertukar pandangan mengenai kebutuhan konkret kelompok disabilitas. Pendekatan kolaboratif tersebut dipandang penting karena demokrasi substantif tidak cukup hanya ditandai oleh terselenggaranya pemilu, tetapi juga oleh adanya hak, kesetaraan akses, dan kesempatan yang sama bagi seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas.

Tim peneliti FISIP UNNES menegaskan bahwa kegiatan tersebut diarahkan untuk menghasilkan model pendidikan politik yang tidak berhenti pada tataran konseptual, tetapi dapat diterapkan secara praktis oleh penyelenggara pemilu di tingkat daerah.

“Melalui kegiatan Forum Group Discussion dan penelitian ini, kami Tim Peneliti dari FISIP UNNES berikhtiar merumuskan model pendidikan politik inklusif yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif untuk diterapkan oleh penyelenggara pemilu di Kabupaten Wonosobo. Kami berharap hasil FGD ini menghasilkan rekomendasi konkret guna menghapus berbagai hambatan teknis maupun kultural, sehingga Pemilu di Kabupaten Wonosobo benar-benar ramah disabilitas,” ujar Iwan Hardi Saputro.

Dari sisi penyelenggara pemilu, Nasir Salasa, S.Pd., S.Sos., M.Pd., C.Med. dari Bawaslu Kabupaten Wonosobo, menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak politik yang sama dengan warga negara lainnya. Karena itu, penyelenggaraan pemilu perlu memastikan seluruh kebutuhan kelompok disabilitas terakomodasi, mulai dari proses pendataan pemilih hingga pelaksanaan pemungutan suara.

Menurut Nasir, pendekatan pemilu inklusif harus diwujudkan dengan memberikan ruang dan aksesibilitas yang memadai kepada penyandang disabilitas. Proses tersebut antara lain dimulai dari memastikan mereka tercatat dalam data pemilih sehingga tidak ada yang terlewat, kemudian menyediakan akses yang memungkinkan mereka menggunakan hak pilih tanpa terhambat persoalan teknis maupun sarana dan prasarana.

Pandangan serupa disampaikan Kabul dari KPU Kabupaten Wonosobo. Ia menekankan pentingnya memastikan pemilih penyandang disabilitas masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan kebutuhan spesifik mereka diperhatikan dalam setiap tahapan penyelenggaraan pemilu. Menurutnya, penyandang disabilitas tidak boleh tertinggal atau tercecer dari proses demokrasi dan perlu didorong untuk tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga memiliki kesempatan untuk dipilih.

Sementara itu, Irwanto, Ketua Ikatan Disabilitas Wonosobo (IDW), mendorong peningkatan sikap responsif dan kepedulian terhadap kebutuhan penyandang disabilitas. Menurutnya, peningkatan pelayanan harus diikuti dengan penyediaan fasilitas yang memadai karena belum seluruh fasilitas yang tersedia saat ini sesuai dengan kebutuhan kelompok disabilitas.

Ia secara khusus menyoroti pentingnya peningkatan akses informasi bagi penyandang tunanetra. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan tersebut diperlukan agar penyandang disabilitas dapat menggunakan hak suara secara optimal dalam proses demokrasi.

Selain aspek fasilitas dan akses informasi, Irwanto menilai keberadaan komunitas yang saling mendukung merupakan modal sosial penting dalam membangun pemilu yang inklusif. Karena itu, sinergi antara KPU dan Bawaslu perlu diperkuat untuk memastikan tidak terjadi diskriminasi dalam setiap tahapan penyelenggaraan pemilu.

Lebih jauh, kelompok disabilitas juga perlu memperoleh ruang untuk terlibat aktif dalam proses pembentukan kebijakan. Pelibatan tersebut menjadi penting agar kebijakan yang berkaitan dengan penyandang disabilitas tidak hanya dirumuskan dari perspektif institusi, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman dan kebutuhan langsung kelompok yang menjadi sasaran kebijakan.

FGD tersebut pada akhirnya menempatkan inklusivitas sebagai bagian penting dari kualitas demokrasi. Pendidikan politik yang dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan penyandang disabilitas diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan politik, kepercayaan diri, serta kapasitas mereka untuk terlibat dalam proses demokrasi secara penuh dan setara.

Kegiatan kolaboratif antara FISIP UNNES, KPU Kabupaten Wonosobo, Bawaslu Kabupaten Wonosobo, dan IDW tersebut juga memperlihatkan pentingnya mempertemukan pengetahuan akademik dengan pengalaman praktis penyelenggara pemilu serta pengalaman hidup komunitas disabilitas. Kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi yang lebih kontekstual dan dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu di Wonosobo.

Inisiatif ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui pengembangan pendidikan politik yang inklusif dan dapat diakses oleh seluruh warga; SDG 10: Reduced Inequalities melalui upaya menghapus hambatan yang menyebabkan penyandang disabilitas mengalami ketimpangan dalam memperoleh akses dan kesempatan politik; serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, penyelenggara pemilu, dan organisasi penyandang disabilitas.

Melalui FGD “Demokrasi Tanpa Diskriminasi”, pendidikan politik ditempatkan bukan sekadar sebagai sarana meningkatkan pengetahuan tentang pemilu, tetapi sebagai instrumen untuk memastikan setiap warga negara dapat menggunakan hak politiknya secara setara. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam membangun demokrasi yang inklusif, partisipatif, dan benar-benar memberikan ruang yang sama bagi penyandang disabilitas.

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy

At unnes.ac.id, the privacy of our visitors is of extreme importance to us. This privacy policy document outlines the types of personal information that is received and collected by unnes.ac.id and how it is used.

Log Files

Like many other Web sites, unnes.ac.id makes use of log files. The information inside the log files includes internet protocol (IP) addresses, type of browser, Internet Service Provider (ISP), date/time stamp, referring/exit pages, and number of clicks to analyze trends, administer the site, track user’s movement around the site, and gather demographic information. IP addresses and other such information are not linked to any information that is personally identifiable.

Cookies

unnes.ac.id uses cookies to store information about visitors’ preferences, to record user-specific information on which pages the site visitor accesses or visits, and to personalize or customize our web page content based upon visitors’ browser type or other information that the visitor sends via their browser.

Third-party ad servers or ad networks use technology in their respective advertisements and links that appear on unnes.ac.id and which are sent directly to your browser. They automatically receive your IP address when this occurs. Other technologies (such as cookies, JavaScript, or Web Beacons) may also be used by our site’s third-party ad networks to measure the effectiveness of their advertising campaigns and/or to personalize the advertising content that you see on the site.

unnes.ac.id has no access to or control over these cookies that are used by third-party advertisers.

You should consult the respective privacy policies of these third-party ad servers for more detailed information on their practices as well as for instructions about how to opt-out of certain practices. unnes.ac.id’s privacy policy does not apply to, and we cannot control the activities of, such other advertisers or web sites.

If you wish to disable cookies, you may do so through your individual browser options. More detailed information about cookie management with specific web browsers can be found at the browsers’ respective websites.

Consent

By using our website, you hereby consent to our privacy policy and agree to its terms.

Update

This Privacy Policy was last updated on: 2023-02-14. Should we update, amend or make any changes to our privacy policy, those changes will be posted here.

Contact Us

If you have any questions, comments, or concerns about our Privacy Policy or our practices with regards to your personal information, please feel free to contact us through the contact form on our website or by emailing us at humas[at]mail.unnes.ac.id.

This Privacy Policy is intended as a general guide to our practices in collecting and using information. If there is any inconsistency between this Privacy Policy and the terms of the Service Agreement or any other terms that may apply to specific services you use, then those specific service terms shall apply.

Terms of Use

By using our website, you agree to abide by this Privacy Policy. If you do not agree with this Privacy Policy, please do not use our website. We reserve the right to update this Privacy Policy from time to time without prior notice. Please review our Privacy Policy periodically to check for changes. Your continued use of our website following the posting of changes to this Privacy Policy means that you accept the changes.

Thank you for reading our Privacy Policy. We are committed to protecting the privacy of our website visitors and will continue to update our Privacy Policy to ensure optimal protection.