Bogor – Pengalaman belajar di luar ruang kelas menjadi bagian penting dalam membentuk kepekaan sosial mahasiswa. Hal itulah yang dialami Risma Putri Aulia, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Semarang (UNNES), saat mengikuti program magang di Sajogyo Institute dengan dosen pembimbing Didi Pramono, S.Pd., M.Pd.. Dalam rangkaian kegiatan magang tersebut, Risma berkesempatan mengikuti Forum Advokasi Masyarakat Sukajaya yang diselenggarakan bersama Forum Bogor Raya (FORBORA) sebagai upaya mendampingi masyarakat dalam menghadapi konflik agraria. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran langsung mengenai proses advokasi berbasis masyarakat sekaligus memperlihatkan bagaimana pendekatan partisipatif diterapkan dalam memperjuangkan hak-hak warga atas tanah.
Forum advokasi mempertemukan masyarakat Kelurahan Sukajaya dengan para pendamping untuk membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan sengketa penguasaan lahan. Dalam kegiatan tersebut, peserta bersama-sama memetakan kronologi konflik, mengidentifikasi para pihak yang terlibat, serta mengevaluasi berbagai langkah yang telah dilakukan masyarakat dalam memperjuangkan hak atas tanah yang selama ini dimanfaatkan secara komunal. Hasil pemetaan tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan strategi advokasi yang lebih sistematis dan berbasis kebutuhan masyarakat. Proses tersebut menunjukkan bahwa penyelesaian konflik agraria memerlukan kolaborasi antara masyarakat, organisasi masyarakat sipil, dan kalangan akademisi.
Salah satu pendekatan yang digunakan dalam forum tersebut adalah Participatory Rural Appraisal (PRA), yaitu metode yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam proses identifikasi masalah, analisis situasi, hingga penyusunan rencana aksi. Melalui pendekatan ini, warga tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga terlibat aktif dalam merumuskan solusi terhadap persoalan yang mereka hadapi. Tahap berikutnya yang direncanakan adalah pemetaan partisipatif untuk melengkapi dokumen dan data kepemilikan tanah sebagai bagian dari upaya memperkuat proses advokasi.
Bagi Risma Putri Aulia, keterlibatan dalam forum tersebut memberikan pengalaman akademik yang tidak dapat diperoleh hanya melalui pembelajaran di kelas. Ia memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika konflik agraria, mekanisme advokasi masyarakat, serta penerapan metode PRA dalam proses penelitian dan pendampingan sosial. Pengalaman tersebut sekaligus memperkuat kemampuan analisis sosial, komunikasi, dan refleksi kritis terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan. Selama menjalani magang di Sajogyo Institute, mahasiswa tidak hanya dilibatkan dalam kegiatan penelitian, tetapi juga dalam berbagai forum diskusi, pendidikan, dokumentasi, dan advokasi kebijakan yang berkaitan dengan isu agraria, kemiskinan, lingkungan, serta pembangunan masyarakat.
Kegiatan ini mencerminkan pentingnya pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dalam pendidikan tinggi. Melalui keterlibatan langsung bersama masyarakat, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menghubungkan teori sosiologi dengan praktik nyata penyelesaian persoalan sosial. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam membangun kompetensi profesional sekaligus memperkuat sensitivitas terhadap isu-isu keadilan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Pelaksanaan forum advokasi ini juga sejalan dengan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini mendukung SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui penguatan akses masyarakat terhadap keadilan dan mekanisme penyelesaian konflik secara partisipatif. Selain itu, forum ini berkontribusi pada SDG 10 (Reduced Inequalities) dengan mendorong perlindungan hak-hak masyarakat yang rentan terhadap ketimpangan penguasaan sumber daya agraria, serta SDG 15 (Life on Land) melalui upaya menjaga tata kelola lahan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Melalui pengalaman ini, FISIP UNNES kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya menghasilkan lulusan unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan advokasi, dan semangat untuk berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.




