SEMARANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan Serial Bedah Buku 2 bertajuk “Dari Suara ke Kursi: Mengkaji Proses Rekapitulasi Perolehan Suara”, Rabu (17/9/2026). Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dan dilaksanakan secara hybrid di Aula Gedung C1 Lantai 3 FISIP UNNES serta melalui Zoom Meeting yang diikuti oleh jajaran KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.
Kegiatan tersebut mengangkat buku Pemilu, Kepartaian dan Parlemen karya Dr. Martien Herna Susanti, S.Sos., M.Si. dan Ruhadi, S.Pd., M.Pd., M.Sos. Serial bedah buku ini menjadi ruang akademik untuk mendiskusikan sistem pemilu, proses rekapitulasi suara, konversi suara menjadi kursi parlemen, serta berbagai persoalan representasi politik.
Kegiatan diawali dengan sambutan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FISIP UNNES, Dr.scient.med. Fadly Husain, S.Sos., M.Si. Ia menyampaikan apresiasi kepada KPU Provinsi Jawa Tengah yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut dan menjadikannya sebagai ruang bagi mahasiswa untuk menambah pengetahuan serta wawasan baru tentang kepemiluan.
Acara kemudian dibuka oleh Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan upaya KPU Jawa Tengah dalam membangun pemilih berkualitas, salah satunya melalui kerja sama dengan perguruan tinggi. Kolaborasi dengan kampus dinilai menjadi bagian penting dalam memperluas pengetahuan kepemiluan di kalangan mahasiswa, baik sebagai calon pemilih maupun pemilih muda.
Diskusi dipandu oleh Kasubbag Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Provinsi Jawa Tengah, Yudho Wahyanto, S.Sos., M.I.Pol. Sebagai narasumber utama, Dr. Martien Herna Susanti, S.Sos., M.Si., selaku penulis buku sekaligus Koordinator Program Studi Ilmu Politik FISIP UNNES, memaparkan sistem pemilu di berbagai negara, termasuk Indonesia. Ia membahas pemilu sebagai salah satu elemen penting dalam demokrasi serta bagaimana sistem pemilu membentuk proses representasi politik.
Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Siti Muslikhatul Ummah, dosen Program Studi Ilmu Politik FISIP UNNES, yang menyoroti pentingnya penyelenggaraan pemilu yang inklusif. Salah satu aspek yang dibahas adalah peran KPU dalam memastikan proses pemilihan dapat diakses secara lebih inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas.
Sementara itu, Muhammad Machruz, Ketua Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Provinsi Jawa Tengah, menjelaskan secara lebih detail mengenai proses konversi suara menjadi kursi di parlemen, dengan mengambil konteks dan studi kasus penyelenggaraan pemilu di Jawa Tengah. Penjelasan tersebut memberikan gambaran mengenai tahapan teknis yang menghubungkan suara yang diperoleh peserta pemilu dengan perolehan kursi di lembaga perwakilan.
Diskusi berlangsung interaktif dengan keterlibatan dosen dan mahasiswa. Bambang Hermanto, S.Pd., M.IP., dosen Ilmu Politik FISIP UNNES, turut mengangkat persoalan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dan dampaknya terhadap suara sah yang tidak terkonversi menjadi kursi dalam parlemen. Isu tersebut menjadi bagian dari diskusi mengenai hubungan antara sistem pemilu, representasi politik, dan efektivitas suara pemilih.
Selain dosen, mahasiswa juga aktif menyampaikan pertanyaan. Praventyo, mahasiswa semester 3 Program Studi Ilmu Politik UNNES, menyampaikan pertanyaan mengenai affirmative action bagi calon legislatif perempuan dan mempertanyakan sejauh mana kebijakan tersebut dapat mendorong representasi perempuan secara substantif, bukan sekadar memenuhi persyaratan formal.
Pelaksanaan Serial Bedah Buku ini memiliki keterkaitan dengan sejumlah agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini membuka ruang dialog mengenai pemilu, representasi, dan partisipasi politik. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang penguatan literasi politik dan pemahaman mahasiswa mengenai proses demokrasi. Kolaborasi antara lembaga penyelenggara pemilu dan perguruan tinggi mempertemukan perspektif praktis penyelenggaraan pemilu dengan perspektif akademik dan pendidikan. Melalui kegiatan tersebut, FISIP UNNES dan KPU Jawa Tengah tidak hanya menghadirkan forum bedah buku, tetapi juga membangun ruang pertemuan antara penyelenggara pemilu, akademisi, dan mahasiswa. Diskusi mengenai sistem pemilu, aksesibilitas, konversi suara menjadi kursi, ambang batas parlemen, hingga representasi perempuan menunjukkan bahwa kualitas demokrasi juga berkaitan dengan pemahaman masyarakat terhadap mekanisme pemilu dan keterlibatan mereka dalam proses demokratis.




