Semarang – Upaya membangun generasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan hidup memerlukan inovasi pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek pengetahuan, tetapi juga mampu membentuk kesadaran dan perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari. Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim peneliti Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang diketuai oleh Dr. Nurul Fatimah, S.Pd., M.Si. melaksanakan penelitian bertajuk “Transformasi Kesadaran Ekologis melalui Deep Learning Berbasis Ecopedagogy dalam Menumbuhkan Pro-Environmental Behavior pada Siswa di Sekolah Menengah Kabupaten Semarang” pada 10 Juli 2026 di SMA Negeri 1 Ungaran. Penelitian ini melibatkan guru perwakilan dari berbagai mata pelajaran, siswa, serta Tim Adiwiyata SMA Negeri 1 Ungaran sebagai mitra penelitian.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi model pembelajaran adaptif yang berorientasi pada pendidikan lingkungan, baik melalui proses pembelajaran di kelas maupun implementasi program Sekolah Adiwiyata, sebagai strategi untuk menumbuhkan pro-environmental behavior atau perilaku peduli lingkungan pada peserta didik. Di tengah meningkatnya berbagai persoalan lingkungan seperti perubahan iklim, pencemaran, dan degradasi sumber daya alam, sekolah dipandang memiliki peran strategis sebagai ruang pembentukan karakter ekologis yang mampu membangun kesadaran keberlanjutan sejak usia remaja.
Pelaksanaan penelitian dibagi ke dalam dua rangkaian kegiatan utama. Sesi pertama berupa Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan secara terpisah antara kelompok guru dan kelompok siswa. Pemisahan forum diskusi dilakukan agar proses penggalian data berlangsung lebih terbuka dan memungkinkan setiap peserta menyampaikan pandangan, pengalaman, serta praktik pembelajaran lingkungan secara lebih leluasa. Diskusi berlangsung aktif dan dinamis dengan berbagai gagasan yang memperkaya pemahaman mengenai implementasi pendidikan lingkungan di sekolah.
Dalam FGD tersebut, tim peneliti memfokuskan pembahasan pada dua isu utama. Pertama, bagaimana konstruksi dan implementasi model Deep Learning berbasis Ecopedagogy diterapkan dalam proses pembelajaran untuk mentransformasi kesadaran ekologis siswa di sekolah menengah. Kedua, bagaimana perubahan kesadaran ekologis tersebut berpengaruh terhadap pembentukan pro-environmental behavior siswa, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Berbagai pengalaman guru dalam mengintegrasikan isu lingkungan ke dalam mata pelajaran serta praktik nyata siswa dalam menjalankan budaya peduli lingkungan menjadi sumber data penting dalam penelitian ini.
Sesi kedua dilaksanakan melalui observasi langsung terhadap lingkungan sekolah dan berbagai aktivitas yang mendukung budaya ekologis di SMA Negeri 1 Ungaran. Tim peneliti menelusuri berbagai artefak, dokumentasi, serta praktik yang mencerminkan komitmen sekolah dalam membangun budaya ramah lingkungan secara konsisten. Berbagai program yang dikembangkan melalui Sekolah Adiwiyata menunjukkan bahwa pembentukan perilaku peduli lingkungan tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui pembiasaan sehari-hari, pengelolaan lingkungan sekolah, serta keterlibatan aktif seluruh warga sekolah dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Ketua tim peneliti, Dr. Nurul Fatimah, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membangun kesadaran ekologis generasi muda. Menurutnya, pembentukan perilaku peduli lingkungan merupakan proses jangka panjang yang harus dimulai sejak dini melalui pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan transformatif. “Menjaga kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Membangun kesadaran pro-lingkungan bukanlah hal yang mudah dan harus ditanamkan sejak dini melalui pendidikan. Ecopedagogy merupakan pendekatan yang sangat relevan untuk diterapkan di sekolah karena mampu menghubungkan proses pembelajaran dengan persoalan nyata yang dihadapi lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, pihak SMA Negeri 1 Ungaran menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolah sebagai lokasi penelitian. Kepala sekolah bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana berharap hasil penelitian ini tidak hanya menjadi kajian akademik, tetapi juga menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan dalam pengembangan program pendidikan lingkungan. “Kami merasa terhormat SMA Negeri 1 Ungaran dipilih sebagai lokasi penelitian. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut melalui berbagai program pendampingan sehingga sekolah kami semakin berkembang sebagai Sekolah Adiwiyata yang mampu menjadi rujukan dalam pengelolaan pendidikan lingkungan,” ungkap pihak sekolah.
Penelitian ini menjadi bagian dari komitmen FISIP UNNES dalam menghasilkan riset yang berorientasi pada penyelesaian persoalan lingkungan melalui pendekatan pendidikan. Hasil penelitian diharapkan dapat melahirkan model Deep Learning berbasis Ecopedagogy yang mampu diterapkan secara lebih luas di berbagai sekolah menengah sebagai strategi membangun budaya ekologis yang berkelanjutan sekaligus memperkuat karakter peserta didik sebagai warga yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Kegiatan penelitian ini juga memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penciptaan lingkungan sekolah yang sehat, SDG 4 (Quality Education) melalui pengembangan inovasi pembelajaran berbasis lingkungan, SDG 6 (Clean Water and Sanitation) melalui penguatan budaya pengelolaan air dan sanitasi sekolah, SDG 7 (Affordable and Clean Energy) melalui edukasi pemanfaatan energi secara bijaksana, SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui pembentukan warga sekolah yang peduli terhadap lingkungan perkotaan, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pembiasaan konsumsi dan pengelolaan sumber daya secara bertanggung jawab, SDG 13 (Climate Action) melalui penguatan literasi dan aksi perubahan iklim di sekolah, serta SDG 15 (Life on Land) melalui peningkatan kesadaran untuk menjaga kelestarian ekosistem daratan. Melalui penelitian ini, UNNES kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif mengembangkan inovasi pendidikan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan membentuk generasi yang memiliki karakter ekologis yang kuat.










