Kabupaten Semarang – Tim peneliti Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang diketuai Dr. Gunawan, M.Hum. melaksanakan penelitian mengenai akses masyarakat terhadap sumber air bersih di Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, pada 21 Juni 2026. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sejauh mana masyarakat memperoleh akses yang adil terhadap air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekaligus mengkaji potensi pemanfaatan sumber mata air Sendang Khalimah Toyibah sebagai destinasi wisata religi yang memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat.
Penelitian dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat pengguna air sebagai sumber informasi utama. Tim peneliti menelusuri berbagai aspek yang berkaitan dengan ketersediaan, pengelolaan, distribusi, serta pemanfaatan sumber air di Desa Nyatnyono. Selain itu, penelitian juga mengkaji hubungan antara nilai-nilai budaya yang melekat pada Sendang Khalimah Toyibah—yang selama ini disakralkan oleh masyarakat—dengan peluang pengembangannya sebagai aset wisata religi berbasis kearifan lokal tanpa mengabaikan fungsi utamanya sebagai sumber pemenuhan kebutuhan air masyarakat.
Ketua tim peneliti, Dr. Gunawan, M.Hum., menjelaskan bahwa penelitian ini berangkat dari pentingnya memastikan bahwa masyarakat yang tinggal di sekitar sumber mata air memperoleh hak yang setara atas akses air bersih. Keberadaan sumber air yang melimpah tidak boleh menimbulkan paradoks, yaitu masyarakat sekitar justru mengalami kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu, penelitian ini juga memetakan sistem pengelolaan dan distribusi air agar dapat diketahui sejauh mana prinsip keadilan telah diterapkan dalam pemanfaatan sumber daya tersebut.
Salah satu warga Desa Nyatnyono, Sohin, mengungkapkan bahwa keberadaan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) telah memberikan dampak positif bagi kehidupan warga. Menurutnya, kebutuhan air bersih masyarakat saat ini dapat terpenuhi dengan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan menggunakan sumber air lainnya.
“Sejak adanya Pamsimas, kebutuhan air masyarakat dapat dicukupi. Biayanya juga lebih murah dibandingkan sumber lain. Pada musim kemarau, air masih tersedia meskipun distribusinya harus dilakukan secara bergiliran,” ujarnya.
Temuan awal penelitian menunjukkan bahwa keberadaan sistem Pamsimas telah meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih. Namun demikian, tantangan dalam pengelolaan distribusi air masih muncul pada musim kemarau ketika debit air mengalami penurunan sehingga diperlukan mekanisme pembagian secara bergiliran. Kondisi tersebut menjadi perhatian penting dalam merumuskan rekomendasi pengelolaan sumber daya air yang lebih berkelanjutan dan berkeadilan.
Selain mengkaji aspek pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, penelitian ini juga mengeksplorasi peluang pengembangan Sendang Khalimah Toyibah sebagai kawasan wisata religi yang tetap menjaga kelestarian lingkungan dan nilai-nilai budaya lokal. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara fungsi ekologis, sosial, budaya, dan ekonomi sehingga sumber daya air dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat tanpa mengurangi keberlanjutan ekosistemnya.
Pelaksanaan penelitian ini sejalan dengan komitmen UNNES dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 (Clean Water and Sanitation) melalui upaya memperkuat akses masyarakat terhadap air bersih yang aman, merata, dan berkelanjutan. Penelitian ini juga berkontribusi pada SDG 10 (Reduced Inequalities) dengan mendorong pemerataan akses terhadap sumber daya air serta pengelolaan yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Melalui penelitian berbasis kebutuhan masyarakat ini, FISIP UNNES terus memperkuat perannya dalam menghasilkan rekomendasi ilmiah yang mendukung pembangunan desa yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.




