Semarang – Tim peneliti Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) melakukan penelitian mengenai daya dukung sumber daya air di Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, pada 27 Oktober 2025. Penelitian yang diketuai oleh Dr. Hariyanto, M.Si., dengan anggota Dr. Rahma Hayati beserta tim, melibatkan masyarakat Sekaran sebagai partisipan utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan sumber daya air dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di kawasan Sekaran yang mengalami perkembangan pesat sebagai pusat aktivitas pendidikan, khususnya dengan meningkatnya jumlah mahasiswa UNNES yang bermukim di wilayah tersebut.
Penelitian dilakukan melalui pengumpulan data lapangan dan dialog bersama masyarakat guna memperoleh gambaran mengenai kondisi ketersediaan air, pola pemanfaatan, serta tantangan yang dihadapi warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Tim peneliti memfokuskan kajian pada hubungan antara pertumbuhan kawasan permukiman dan meningkatnya kebutuhan air dengan kapasitas sumber daya air yang tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan jumlah penduduk, terutama mahasiswa yang tinggal di kawasan Sekaran, telah meningkatkan tekanan terhadap ketersediaan air sehingga menyebabkan kondisi defisit sumber daya air, terutama pada musim kemarau.
Menurut tim peneliti, kondisi tersebut menjadi perhatian penting karena ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus faktor penentu keberlanjutan kawasan pendidikan. Ketika musim kemarau tiba, debit air dari sumber-sumber air alami mengalami penurunan sehingga tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga. Akibatnya, sebagian masyarakat harus membeli air dari penyedia jasa air bersih, sementara sebagian lainnya memanfaatkan sumber air alternatif seperti sendang maupun aliran sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ketua tim peneliti, Dr. Hariyanto, M.Si., menjelaskan bahwa penelitian ini tidak hanya bertujuan memetakan kondisi daya dukung sumber daya air, tetapi juga menghasilkan rekomendasi ilmiah bagi pengelolaan air yang lebih berkelanjutan di kawasan Sekaran. Menurutnya, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sumber daya air yang mampu mengantisipasi peningkatan kebutuhan akibat perkembangan kawasan pendidikan tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan.
Keterlibatan masyarakat dalam penelitian menjadi bagian penting untuk memahami kondisi riil di lapangan sekaligus menggali pengalaman warga dalam menghadapi keterbatasan air bersih. Informasi yang diperoleh dari masyarakat memberikan gambaran mengenai strategi adaptasi yang telah dilakukan, mulai dari penghematan penggunaan air, pembelian air bersih saat musim kemarau, hingga pemanfaatan sumber-sumber air tradisional yang masih tersedia di lingkungan sekitar. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya air memerlukan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan institusi pendidikan agar kebutuhan air dapat dipenuhi secara berkelanjutan.
Penelitian ini juga memberikan gambaran bahwa perkembangan kawasan pendidikan harus diimbangi dengan perencanaan tata kelola sumber daya alam yang matang. Pertumbuhan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi di sekitar kampus perlu disertai upaya konservasi sumber daya air, peningkatan daerah resapan, serta pengelolaan konsumsi air yang lebih efisien agar keseimbangan antara pembangunan dan daya dukung lingkungan tetap terjaga.
Pelaksanaan penelitian ini sejalan dengan komitmen Universitas Negeri Semarang dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 (Clean Water and Sanitation) melalui upaya menghasilkan kajian ilmiah yang mendukung pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan, meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih, serta mendorong pemanfaatan sumber daya air yang adil dan berwawasan lingkungan. Melalui penelitian berbasis kebutuhan masyarakat, FISIP UNNES terus berkontribusi dalam penyusunan solusi ilmiah untuk mewujudkan ketahanan air dan pembangunan kawasan yang berkelanjutan.




