Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Semarang (UNNES), Dr. Margi Wahono, S.Pd., M.Pd., mengembangkan penerapan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SMA Negeri 5 Semarang.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 23 Juni 2026 tersebut menjadi bagian dari penelitian bertajuk “Implementasi Deep Learning dalam Pendidikan Pancasila untuk Meningkatkan Civic Engagement dan Literasi Kewarganegaraan Berorientasi Pendidikan Berkualitas.”
Melalui kegiatan tersebut, siswa SMA Negeri 5 Semarang diajak mengikuti pembelajaran Pendidikan Pancasila dengan pendekatan yang lebih kontekstual. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada penguasaan teori dan hafalan, tetapi juga menghubungkan materi dengan berbagai persoalan yang ditemui siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam proses pembelajaran, siswa didorong untuk mengidentifikasi persoalan sosial, memahami akar permasalahan, berdiskusi, serta memikirkan alternatif solusi yang dapat dilakukan sebagai bagian dari masyarakat.
Margi mengatakan Pendidikan Pancasila perlu diarahkan pada proses pembelajaran yang mampu membangun kecakapan kewarganegaraan siswa.
“Pendidikan Pancasila tidak boleh berhenti pada hafalan teks atau teori di dalam kelas, melainkan harus menjadi nilai yang hidup dan dirasakan dampaknya oleh masyarakat,” kata Margi.
Menurut dia, pendekatan Pembelajaran Mendalam memberi ruang kepada siswa untuk tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
“Melalui pendekatan Deep Learning, kami ingin mengajak siswa untuk berpikir kritis, memahami akar persoalan sosial di sekitarnya, dan berani mengambil aksi nyata sebagai warga negara yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Pendekatan tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat civic engagement atau keterlibatan kewarganegaraan dan civic literacy atau literasi kewarganegaraan siswa.
Pihak SMA Negeri 5 Semarang menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Pendekatan Pembelajaran Mendalam dinilai mampu membuat Pendidikan Pancasila menjadi lebih relevan dan interaktif bagi siswa.
“Kami menyambut baik kolaborasi riset ini. Pendekatan Deep Learning menghidupkan kembali pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas menjadi lebih relevan dan interaktif,” kata perwakilan SMA Negeri 5 Semarang.
Pihak sekolah juga melihat adanya keterlibatan siswa yang lebih kuat dalam proses pembelajaran.
“Kami melihat langsung bagaimana siswa tidak hanya memahami teori atau konsep dalam Pendidikan Pancasila, tetapi semakin aktif dan peduli dalam memberikan solusi terhadap persoalan-persoalan yang ada di masyarakat,” lanjutnya.
Melalui penerapan Pembelajaran Mendalam, Pendidikan Pancasila diarahkan menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan pengetahuan sekaligus kemampuan dalam membaca persoalan sosial, berdiskusi, mengambil sikap, dan berpartisipasi secara bertanggung jawab.



