Mahasiswa dan Alumni Pendidikan Bahasa Prancis FBS UNNES Jalani Pelatihan Pemandu Wisata di Malang

Universitas Negeri Semarang > Faculty of Languages and Arts > Kabar Kampus > Mahasiswa dan Alumni Pendidikan Bahasa Prancis FBS UNNES Jalani Pelatihan Pemandu Wisata di Malang

Tiga perwakilan Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengikuti program pelatihan pemandu wisata berbahasa Prancis di biro travel Authentic Indonesia, Malang, sepanjang Februari 2026. Program ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis di industri pariwisata, khususnya dalam melayani wisatawan mancanegara asal Prancis.

Mereka adalah Much Yusuf dan Shaina Bianca, mahasiswa semester 8, serta Cindy, alumni yang baru saja menyelesaikan studinya. Selama satu bulan penuh, ketiganya terjun langsung dalam praktik lapangan di bawah bimbingan mentor berpengalaman dari Authentic Indonesia, biro travel yang memiliki segmen khusus wisatawan berbahasa Prancis.

Much Yusuf, salah satu peserta, mengaku antusias mengikuti program ini. Ia menilai pengalaman tersebut tidak hanya mengasah kemampuan berbahasa Prancis, tetapi juga membuka peluang karier di sektor pariwisata.

“Ini pengalaman yang sangat berharga. Kami tidak hanya belajar teori, tetapi langsung praktik bagaimana berkomunikasi dengan wisatawan, memahami kebutuhan mereka, serta mempromosikan destinasi lokal dengan bahasa Prancis yang baik dan tepat. Saya yakin keterampilan ini akan membuat saya lebih siap bersaing di dunia kerja, sekaligus mendukung target karier saya setelah lulus nanti,” ujar Yusuf di sela-sela kegiatan, Selasa (17/2/2026).

Yusuf sendiri merupakan mahasiswa yang telah mengikuti Program LANTIP di Melbourne, Australia, selama enam bulan. Program bergengsi di Universitas Negeri Semarang tersebut membekali mahasiswa dengan pengalaman praktik mengajar di sekolah mitra luar negeri. Menurutnya, kombinasi pengalaman internasional dan pelatihan kepemanduan ini semakin memperkuat kapasitasnya dalam beradaptasi dengan lingkungan multikultural, sekaligus menjadi nilai tambah yang relevan dengan tuntutan industri pariwisata global.

Sementara itu, Manajer Operasional Authentic Indonesia, Dian Permatasari, menyambut baik inisiatif UNNES yang mengirimkan mahasiswa dan alumni untuk bergabung dalam program pelatihan. Pihaknya menilai program ini sebagai bentuk sinergi positif antara perguruan tinggi dan industri pariwisata.

“Kami melihat potensi besar dari para peserta. Mereka memiliki dasar bahasa Prancis yang kuat, tinggal kami arahkan ke kebutuhan praktis di lapangan. Program seperti ini penting untuk mencetak pemandu wisata berkualitas yang memahami pariwisata sekaligus menguasai bahasa asing. Ke depan, kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut, bahkan mungkin membuka peluang rekrutmen langsung bagi peserta yang berkinerja baik,” ungkap Dian.

Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis UNNES, Dr. Mohamad Syaefudin, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan link and match antara kurikulum perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia industri. Ia menegaskan bahwa program pelatihan semacam ini dirancang untuk mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, sekaligus berkontribusi pada tujuan global dan pemeringkatan internasional.

“Kami ingin lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap terjun ke dunia kerja. Pelatihan di Authentic Indonesia ini menjadi bukti konkret kolaborasi kami dengan industri, yang secara langsung mendukung IKU 2 (persentase lulusan yang langsung bekerja) dan IKU 5 (luaran hasil kerja sama dengan industri) . Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) , terutama SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengalaman pembelajaran di luar kampus, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan membekali peserta keterampilan kepariwisataan, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi strategis dengan mitra industri,” papar Dr. Syaefudin.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya program ini dalam konteks pemeringkatan global. “Dalam kerangka Times Higher Education (THE) World University Rankings, kegiatan magang dan pelatihan berbasis industri seperti ini turut memperkuat reputasi UNNES pada pilar Industry dan International Outlook. Pengalaman internasional Yusuf melalui program LANTIP di Melbourne juga mendukung peningkatan indikator student mobility dan international research network yang menjadi penilaian dalam THE. Kami berharap program-program semacam ini terus berkembang, sehingga UNNES semakin diakui sebagai perguruan tinggi yang relevan dengan kebutuhan global,” tambahnya.

Dengan adanya program ini, diharapkan semakin banyak lulusan Pendidikan Bahasa Prancis UNNES yang mampu bersaing di sektor pariwisata, baik nasional maupun internasional, serta turut mempromosikan potensi wisata Indonesia kepada wisatawan mancanegara.

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy