Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di Indonesia, TEFLIN Central Java Chapter bersama Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris S1 dan S2 Universitas Negeri Semarang (UNNES) serta Regional English Language Office (RELO) Kedutaan Besar AS di Indonesia menyelenggarakan workshop bertajuk “Strategies for Deep Learning in the English Classroom”. Acara yang berlangsung di Ruang Bundar Dekanat Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNNES pada Sabtu, 14 Februari 2026 ini dihadiri oleh puluhan guru dan dosen Bahasa Inggris dari berbagai daerah di Jawa Tengah, seperti Semarang, Kabupaten Semarang, Tegal, Pekalongan, Grobogan, Surakarta, serta perwakilan dari forum MGMP SMP dan SMA.
Workshop ini menghadirkan Magdalena Rojas Lynch, seorang English Language Fellow dari RELO Kedutaan Besar AS di Jakarta, sebagai pembicara utama. Dalam sesi interaktifnya, ia memperkenalkan pendekatan deep learning yang menekankan pada tiga pilar utama: mindful, meaningful, dan joyful learning. Para peserta diajak mempraktikkan berbagai strategi praktis seperti penggunaan vision boards, aktivitas mindfulness, permainan penyemangat (energizer), tugas reflektif, serta teknik pembelajaran kolaboratif yang dapat langsung diterapkan di kelas.
Yuliati, S.Pd., M.Pd., M.Ed., Ph.D., Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris S1 UNNES, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen UNNES dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. “Melalui workshop ini, mahasiswa kami mendapatkan pengalaman langsung di luar kampus (IKU 2) dengan berinteraksi bersama praktisi internasional. Selain itu, kehadiran Mbak Magdalena sebagai pengajar dari RELO juga menguatkan IKU 4 tentang praktisi mengajar di dalam kampus. Kami berharap strategi deep learning yang dibagikan dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum sehingga menciptakan kelas yang kolaboratif dan partisipatif, sesuai dengan IKU 7,” ujarnya.
Senada dengan itu, Dr. Sri Wahyuni, S.Pd., M.Pd., Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris S2 UNNES, menekankan pentingnya inovasi pembelajaran yang berkelanjutan. “Kami sangat antusias dengan pendekatan mindful, meaningful, and joyful learning karena selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata kemitraan global (SDG 17) antara UNNES, TEFLIN, dan RELO. Di tingkat pascasarjana, kami akan mendorong para mahasiswa untuk meneliti lebih dalam efektivitas strategi ini di berbagai konteks kelas, sehingga hasilnya dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia,” jelasnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Nur Qudus, M.T., IPM., Plh Dekan FBS UNNES, mengapresiasi kolaborasi internasional ini dan mengaitkannya dengan upaya peningkatan reputasi universitas di kancah global. “Kerja sama dengan RELO Kedutaan Besar AS tidak hanya memperkaya wawasan para pendidik, tetapi juga mendukung pencapaian THE Impact Rankings yang menilai kontribusi perguruan tinggi terhadap SDGs. Dengan menghadirkan pengajar praktisi internasional dan menerapkan metode pembelajaran inovatif, UNNES menunjukkan komitmennya dalam menyediakan pendidikan inklusif dan berkualitas. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan dapat direplikasi oleh institusi lain di Indonesia,” ungkapnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang acara, terutama saat sesi gallery walk dan praktik pembuatan vision board menggunakan media digital. Para guru dan dosen mengaku mendapatkan inspirasi baru untuk menciptakan suasana belajar yang lebih bermakna dan menyenangkan. Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para pendidik untuk terus berinovasi dan menjadikan kelas Bahasa Inggris sebagai ruang yang memberdayakan potensi setiap siswa.













