Mahasiswa Dituntut Tingkatkan Literasi Digital

Universitas Negeri Semarang > Faculty of Languages and Arts > Kabar Kampus > Mahasiswa Dituntut Tingkatkan Literasi Digital

Dalam era digital yang terus berkembang, mahasiswa dihadapkan pada tantangan baru yang mendorong perlunya peningkatan literasi digital. Literasi digital bukan sekadar keterampilan tambahan, namun menjadi pondasi yang penting untuk keberhasilan akademis dan persiapan menuju dunia kerja yang semakin dinamis dan terkoneksi.

Dewasa ini, di tengah kemajuan teknologi yang begitu cepat, mahasiswa seringkali dihadapkan pada kompleksitas dunia digital yang terus berkembang. Oleh karena itu, meningkatkan literasi digital bukan hanya soal menguasai perangkat keras dan lunak, tetapi juga tentang pemahaman mendalam mengenai etika, keamanan digital, dan kemampuan kritis dalam menilai informasi. Dengan demikian, sebagai cendekia, mahasiswa harus mampu mengidentifikasi informasi yang keliru, melindungi privasi, dan memahami dampak dari aktivitas digital. Literasi digital adalah kunci untuk menjadi pengguna yang cerdas, bertanggung jawab, dan efektif di dunia maya.

Demikian mengemuka dalam webinar “Digital Literacy Throught Language, Literature, and Culture” yang diselenggarakan oleh Program Studi Sastra Jawa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (Unnes), Kamis (16/11). Webinar yang diikuti ratusan peserta ini menghadirkan narasumber Dr Ankita Chakraborty, dosen di Chitkara University Punjab India, dan Siti Hadiati Nugraini PhD, dosen Universitas Dian Nuswantoro, Semarang.

Mencerna Informasi

Dalam paparannya, Ankita juga memberikan contoh literasi digital di India. Menurutnya, literasi digital membuat mata terbuka terhadap dunia. Namun, hal berkebalikan bisa terjadi jika kecanggihan teknologi informasi tidak diimbangi dengan kemampuan mencerna informasi. Di tengah “banjir informasi”, orang bisa saja hanyut dan kebingungan menentukan arah karena mudah digiring oleh kepentingan tertentu.

Menurut Siti Hadiati, jika diamati, kondisi literasi digital di Indonesia dengan India hampir sama. Ia menunjukkan pentingnya literasi digital bagi mahasiswa agar dapat meningkatkan progres dalam perkuliahan. Beberapa hal teknis disampaikan terkait penggunaan aplikasi yang dapat memudahkan mahasiswa, seperti cara memilih artikel dari jurnal hingga penggunaan reference manager.

Koordinator Prodi Sastra Jawa Dr Prembayun Miji Lestari menyatakan pihaknya terus memfasilitasi dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan kapasitas akademik. Sebab, itu menjadi kewajiban yang melekat sebagai seorang cendekia. Pihaknya berkomitmen membekali mahasiswa dengan keterampilan literasi digital yang kuat melalui berbagai inisiatif, seperti lokakarya, seminar, dan program pembelajaran secara hybrid atau campuran luring dan daring.

Ketua Panitia Dr Yusro Edy Nugroho mengatakan, ketika melangkah ke dunia profesional, kemampuan literasi digital akan menjadi nilai tambah yang signifikan. Banyak perusahaan mencari individu yang tidak hanya mahir dalam bidangnya tetapi juga dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi dan memiliki kecerdasan digital yang tinggi.(Dhoni Zustiyantoro/Winarsih/*)

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

Accessibility Toolbar

We are using cookies to give you the best experience. You can find out more about which cookies we are using or switch them off in privacy settings.
AcceptPrivacy Settings

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy