Sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Karangtengah, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Senin (9/6/2026). Kegiatan tersebut berfokus pada peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap maraknya penipuan daring atau online scam.
Mahasiswa UNNES bermitra dengan kepolisian untuk memberikan edukasi mengenai berbagai modus penipuan yang berkembang di ruang digital. Warga juga diperkenalkan dengan layanan kepolisian berbasis digital melalui aplikasi Super App Polri.
Salah satu mahasiswa UNNES, Lovyca Imeyra Eternity, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi tidak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga menghadirkan risiko kejahatan digital yang perlu diwaspadai oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Penipuan online terus berkembang dengan berbagai modus, mulai dari tautan palsu, permintaan kode OTP, akun media sosial palsu, hingga transaksi yang mengatasnamakan lembaga tertentu. Karena itu, masyarakat perlu lebih berhati-hati dan selalu memverifikasi setiap informasi yang diterima,” jelasnya.
Selain sosialisasi, tim mahasiswa juga menyusun poster dan video edukasi mengenai pencegahan penipuan daring. hal itu dirancang dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami dan dapat dimanfaatkan kembali oleh pemerintah desa untuk mengedukasi masyarakat.
Kepala Desa Karangtengah, Slamet Mugiono, mengaskan edukasi mengenai keamanan digital semakin dibutuhkan seiring meningkatnya penggunaan telepon pintar dan layanan transaksi daring di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini memberikan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap warga semakin teliti, tidak mudah percaya terhadap pesan atau telepon dari pihak yang tidak dikenal, serta mengetahui layanan resmi kepolisian yang dapat digunakan,” tegasnya.
Kegiatan ini dibimbing oleh dosen Fakultas Teknik UNNES, Mario Norman Syah, S.Pd., M.Eng. Tim mahasiswa terdiri atas Listiana Sukaesi, Lovyca Imeyra Eternity, Satria Wahyu Kusuma, dan Aji Suryo Lesmono. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menghasilkan karya edukatif, tetapi juga berkontribusi langsung dalam meningkatkan literasi digital dan menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih aman dari ancaman kejahatan siber.




