Universitas Negeri Semarang (UNNES) secara resmi melepas Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026 di Ruang 405 Rektorat UNNES, Kota Semarang, Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan yang akan dilaksanakan mahasiswa di desa dan kelurahan mitra.
Dilakukan juga penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara UNNES dengan pemerintah 6 desa atau kelurahan. Penandatanganan dilakukan bersama kepala desa/keluarahan dari Kelurahan Podorejo, Kelurahan Sumurrejo, Desa Peron, Desa Kandri, Kelurahan Sepakung/Desa Wisata Sepakung, dan Desa Keji.
PPK Ormawa merupakan program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan melalui kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.
Wakil Rektor I UNNES Prof. Dr. Zaenuri, M.Si., Akt. menegaskan seluruh peserta untuk menetap di desa selama pelaksanaan kegiatan agar dapat memahami kebutuhan masyarakat secara lebih mendalam serta membangun hubungan yang kuat dengan warga setempat.
“Mahasiswa diharapkan dapat tinggal dan berbaur dengan masyarakat selama pelaksanaan program. Kehadiran secara langsung di desa akan memberikan pengalaman yang jauh lebih bermakna sekaligus memperkuat dampak program yang dijalankan,” tegasnya.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama berada di desa merupakan proses pembelajaran yang tidak dapat ditemukan di ruang kelas.
“Pembelajaran di desa adalah pengalaman riil dalam mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan. Banyak pelajaran berharga yang tidak bisa didapatkan hanya melalui teori, tetapi melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan penyelesaian berbagai persoalan di lapangan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar seluruh program yang telah dirancang dapat dilaksanakan sesuai kesepakatan bersama dengan mitra dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Program yang dijalankan tidak boleh hanya sekadar terlaksana. Yang terpenting adalah bagaimana program tersebut mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tutupnya.
Selain penandatanganan Implementation Agreement (IA), kegiatan juga diisi dengan sarasehan dan pengarahan kepada seluruh Tim PPK Ormawa 2026. Dalam sesi tersebut, mahasiswa mendapatkan pembekalan terkait pelaksanaan program, etika bermasyarakat, serta pentingnya menghadirkan program yang berdampak dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, UNNES berharap seluruh tim mampu menjalankan program sesuai rencana, membangun kolaborasi yang baik dengan masyarakat, serta menjadikan pengalaman di desa sebagai ruang pembelajaran nyata dalam mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. (Satria)




