Inovasi kosmetik berbahan alam terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan produk perawatan kulit yang tidak hanya efektif membersihkan wajah, tetapi juga memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan kulit.
Menjawab kebutuhan tersebut, Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengembangkan cleansing balm berbasis Nanostructured Lipid Carrier (NLC) minyak bidara yang berpotensi membantu membersihkan residu makeup sekaligus memiliki aktivitas antibakteri terhadap jerawat.
Inovasi ini dikembangkan oleh Tim PKM-RE yang diketuai Salma Oktavina bersama Niken Ayu Saputri Ananda, Muhammad Firdaus Kurniawan, Sabila Nurfaiza, dan Lucky Raihan Tri Septian.
Tim yang berasal dari Program Studi Pendidikan Tata Kecantikan, Farmasi, Kedokteran, dan Teknik Kimia tersebut berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia.
Penelitian yang dilaksanakan di bawah bimbingan dr. Eny Widhia Agustin, M.K.M. ini bertujuan menghasilkan formulasi cleansing balm berbasis Nanostructured Lipid Carrier (NLC) minyak bidara dengan karakteristik fisik dan stabilitas yang baik.
Formulasi tersebut juga dirancang agar efektif mengangkat residu makeup serta berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. Pendanaan yang diperoleh menjadi bentuk dukungan Kemendiktisaintek terhadap inovasi dan riset mahasiswa yang memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kesehatan masyarakat.
Penelitian ini berangkat dari meningkatnya penggunaan kosmetik dekoratif, seperti foundation, sunscreen, dan produk waterproof, yang sulit dibersihkan hanya menggunakan pembersih wajah biasa. Residu makeup yang tertinggal dapat bercampur dengan sebum dan sel kulit mati sehingga berpotensi menyumbat pori-pori serta memicu timbulnya jerawat.
Dalam penelitian tersebut, minyak bidara diformulasikan ke dalam sistem Nanostructured Lipid Carrier (NLC) menggunakan metode emulsifikasi panas yang dikombinasikan dengan sonikasi. Teknologi NLC dipilih karena mampu meningkatkan stabilitas, kapasitas penghantaran bahan aktif, serta mendukung pelepasan senyawa aktif secara lebih optimal pada permukaan kulit.
Selanjutnya, NLC minyak bidara diformulasikan menjadi sediaan cleansing balm yang diharapkan mampu memberikan pengalaman pembersihan yang nyaman tanpa meninggalkan sensasi berminyak (greasy feel).
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Riset Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang dan Laboratorium Mikrobiologi Universitas Diponegoro. Tahapan penelitian meliputi pembuatan NLC minyak bidara, karakterisasi nanopartikel, formulasi cleansing balm, pengujian mutu fisik dan stabilitas sediaan, pengujian aktivitas antibakteri, hingga evaluasi daya bersih kosmetik.
Pengujian mutu fisik meliputi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, titik leleh, cycling test, dan uji sentrifugasi untuk memastikan kualitas formulasi yang dihasilkan. Sementara itu, evaluasi aktivitas antibakteri diawali menggunakan metode difusi cakram dengan parameter diameter zona hambat terhadap bakteri penyebab jerawat.
Apabila hasil pengujian belum menunjukkan aktivitas yang optimal, penelitian dilanjutkan dengan penentuan Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dan Minimum Bactericidal Concentration (MBC). Pengujian tersebut bertujuan mengetahui konsentrasi terendah sediaan yang mampu menghambat maupun membunuh bakteri penyebab jerawat secara efektif.
Selain menguji aktivitas antibakteri, penelitian ini juga mengevaluasi kemampuan cleansing balm dalam mengangkat residu kosmetik secara kuantitatif melalui analisis spektrofotometri UV-Vis. Pengujian dilakukan pada area lipatan siku relawan menggunakan beberapa jenis kosmetik, seperti foundation, lipstick, mascara, dan eyeliner, sehingga efektivitas daya bersih produk dapat diukur secara objektif.
Inovasi ini mendukung pengembangan riset kesehatan berbasis kekayaan hayati Indonesia serta sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Good Health and Well-being) dan Tujuan 9 (Industry, Innovation and Infrastructure).
Melalui penelitian ini, Tim PKM-RE UNNES diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kosmetik fungsional berbasis bahan alam yang inovatif, aman, dan berkelanjutan.




