Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) GIAT 16 Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan program kerja bertema Ekonomi Kreatif sebagai upaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Marongsari, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo.
Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan tata kelola usaha dan pemanfaatan teknologi sebagai penunjang pengembangan UMKM.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (25/7) tersebut diawali dengan pertemuan salah satu pelaku UMKM yang masih menghadapi berbagai kendala, seperti belum tertib dalam melakukan pencatatan keuangan, belum memiliki legalitas usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB), serta masih terbatasnya media promosi yang digunakan untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat.
Koordinator mahasiswa UNNES Giat 16 Desa Marongsari, Zieda Alfu Ni’am, menjelaskan bahwa digitalisasi UMKM tidak hanya dimaknai sebagai penggunaan teknologi digital, tetapi juga mencakup penguatan tata kelola, legalitas, dan strategi pemasaran agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Program kerja ini mewujudkan tiga kegiatan utama. Pertama, mahasiswa memberikan pendampingan penyusunan pembukuan keuangan sederhana kepada pelaku UMKM. Dalam kegiatan ini, pelaku usaha diberikan pendampingan dalam menyusun pencatatan keuangan seperti pemasukan dan pengeluaran.
Kedua, mahasiswa mendampingi pelaku UMKM dalam proses pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB). Pendampingan dilakukan mulai dari membantu menyiapkan dokumen yang diperlukan hingga proses pendaftaran melalui sistem Online Single Submission (OSS).
Kegiatan ketiga adalah pembuatan banner promosi sebagai media pemasaran bagi pelaku UMKM. Banner dirancang dengan memperhatikan identitas usaha, informasi produk, serta tampilan visual yang menarik sehingga dapat meningkatkan daya tarik konsumen.
Melalui program kerja ini, Mahasiswa KKN GIAT 16 UNNES berharap pelaku UMKM di Desa Marongsari dapat memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengelola usahanya. Pembukuan yang tertib, legalitas usaha yang jelas, serta media promosi yang menarik diharapkan menjadi pondasi bagi UMKM untuk berkembang, meningkatkan daya saing, dan memanfaatkan peluang ekonomi di era digital.
Program kerja ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas dan daya saing UMKM, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam pengelolaan usaha.
Selain itu, kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan pelaku UMKM turut mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) sebagai upaya bersama dalam mewujudkan pembangunan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.




