Universitas Negeri Semarang (UNNES) mendampingi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dalam pengelolaan dan pemanfaatan Smart Classroom. Pendampingan dilaksanakan melalui kegiatan Sosialisasi Tata Cara Penggunaan dan Pemanfaatan Smart Classroom bagi dosen dan tenaga kependidikan pada Senin-Selasa (20/7-21/7) di Auditorium Fakultas Psikologi Kampus II Lidah Wetan, Surabaya.
Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Sumber Daya Manusia UNESA tersebut menjadi ruang berbagi praktik baik mengenai tata kelola, pemanfaatan, dan pengoperasian Smart Classroom yang telah diterapkan di UNNES.
Tim UNNES terdiri atas Kepala Laboratorium Smart Classroom dan MOOC UNNES Dr. Tutik Wijayanti, S.Pd., M.Pd.; Kepala Laboratorium FISIP UNNES Dr. Gunawan, S.Sos., M.Hum.; serta dosen pengguna Smart Classroom UNNES Ramavi Akbar Fitrah, S.T., M.Eng.
Ketiganya menyampaikan pengalaman dari sisi kebijakan, pengelolaan laboratorium, dukungan teknis, hingga pemanfaatan perangkat digital dalam pembelajaran. Kegiatan tersebut juga melibatkan tim teknologi informasi UNESA dan mitra penyedia perangkat Smart Classroom.
Kehadiran tim UNNES disambut Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni UNESA Prof. Dr. Martadi, M.Sn. Menurutnya, pengembangan pembelajaran digital diperlukan untuk menyesuaikan proses pendidikan dengan karakter mahasiswa yang tumbuh bersama teknologi.
“Mahasiswa saat ini merupakan generasi yang tumbuh bersama teknologi. Karena itu, pendekatan pembelajaran di perguruan tinggi juga harus terus berkembang agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman,” ujarnya.
Pada 2026, UNESA menargetkan penambahan 15 ruang Smart Classroom di berbagai fakultas. Pengembangan infrastruktur tersebut diiringi peningkatan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal.
Dalam pendampingan, UNNES membagikan praktik pengelolaan ruang pembelajaran digital, meliputi penyusunan standar operasional, mekanisme peminjaman ruang, dukungan teknis, dan penguatan kapasitas dosen. Pengelolaan tersebut diperlukan agar Smart Classroom menjadi bagian dari proses pembelajaran sehari-hari, bukan sekadar fasilitas teknologi.
Dr. Tutik Wijayanti menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan perangkat, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dan keberlanjutan sistem pengelolaan.
“Transformasi digital tidak berhenti pada penyediaan teknologi. Hal yang lebih penting adalah membangun budaya pembelajaran digital melalui peningkatan kompetensi dosen, tenaga kependidikan, serta sistem pengelolaan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Peserta juga memperoleh demonstrasi pengoperasian perangkat audio visual, sistem kamera otomatis, dan pengelolaan pembelajaran berbasis teknologi. Tim UNNES turut menyampaikan sejumlah solusi atas kendala yang umum ditemukan dalam penggunaan Smart Classroom.
Direktorat SDM UNESA mengapresiasi pendampingan tersebut. Pengalaman yang dibagikan UNNES dinilai memberikan perspektif baru mengenai pentingnya pengelolaan Smart Classroom secara menyeluruh, baik dari aspek manajerial maupun operasional.
Pendampingan ini menjadi bagian dari komitmen UNNES dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi melalui diseminasi inovasi pembelajaran. Pengembangan Smart Classroom di UNNES terintegrasi dengan pembelajaran campuran, Outcome-Based Education, pembelajaran berbasis proyek, serta penguatan kompetensi digital dosen.
Pada 2025, UNNES telah mengoperasikan tujuh ruang Collaborative Smart Classroom dan 20 ruang Smart Classroom. Pengembangan dilanjutkan pada 2026 melalui penambahan 27 ruang baru yang tersebar di berbagai fakultas.
Melalui kolaborasi ini, UNNES dan UNESA memperkuat ekosistem pembelajaran digital yang interaktif, kolaboratif, dan adaptif. Kerja sama antarlembaga tersebut diharapkan terus berkembang dalam pengembangan inovasi pembelajaran pada masa mendatang.




