Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui Program Kreativitas Mahasiswa-Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Ruang Panoptik mengkaji pengalaman perempuan warga binaan dalam mempersiapkan kehidupan setelah menjalani masa pidana di Lapas Perempuan Kelas IIA Kota Semarang, Jumat (10/7/2026). Hal tersebut menemukan proses pembinaan turut mendorong perempuan warga binaan untuk melakukan refleksi diri, mengembangkan keterampilan, memperbaiki hubungan dengan keluarga, serta mempersiapkan masa depan.
Penelitian ini melibatkan 10 perempuan warga binaan yang mendekati masa pembebasan. Tim peneliti terdiri atas Shafa Azzahrah Waluyo, Jenyes Intan Sururoh, Tri Lutfi Tasdiqu Zaman, Putri Noorfia Khairunnisaa, dan Muhammad Khansa Al Aflah, dengan dosen pendamping Achmad Miftachul ‘Ilmi, M.Pd.
Ketua Tim PKM-RSH UNNES, Shafa Azzahrah Waluyo, menjelaskan pengalaman para partisipan menunjukkan bahwa proses perubahan tetap berlangsung selama masa pembinaan dan perlu mendapat dukungan setelah mereka kembali ke masyarakat.
“Dari pengalaman para partisipan, kami melihat bahwa proses pembinaan tidak berhenti pada menjalani masa pidana. Mereka juga berupaya memperbaiki diri, membangun kembali hubungan dengan keluarga, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan kehidupan setelah bebas,” jelasnya.
Menurutnya, proses reintegrasi tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada individu. Dukungan keluarga dan penerimaan masyarakat menjadi bagian penting agar perubahan yang telah dibangun selama masa pembinaan dapat dipertahankan setelah mereka bebas.
Salah seorang partisipan menggambarkan proses tersebut melalui refleksi terhadap kesalahan masa lalu.
“Kesalahan memang, tetapi tidak selamanya menjadi sampah. Bisa diperbaiki, bisa didaur ulang,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut merefleksikan upaya para partisipan untuk memandang masa lalu sebagai bagian dari proses perubahan, bukan sebagai identitas yang harus terus melekat setelah menjalani masa pidana.
Melalui penelitian ini, mahasiswa UNNES berupaya menghadirkan perspektif sosial-humaniora mengenai proses reintegrasi perempuan warga binaan. Kajian tersebut juga menunjukkan pentingnya melihat proses pembinaan secara lebih luas, tidak hanya dari aspek pemenuhan masa pidana, tetapi juga kesiapan individu untuk kembali menjalankan peran di keluarga dan masyarakat.
Penelitian ini sejalan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDG 3: Good Health and Well-being, SDG 5: Gender Equality, SDG 10: Reduced Inequalities, dan SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions.
Melalui PKM-RSH, UNNES terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan riset yang tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga mengangkat persoalan sosial di masyarakat dan menghadirkan perspektif yang dapat mendukung terciptanya lingkungan yang lebih inklusif.

