Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar kegiatan revitalisasi dan penanaman biopori sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat budaya konservasi di lingkungan kampus. Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 150 mahasiswa Program Studi Pendidikan IPS sebagai implementasi mata kuliah Pendidikan Konservasi.
Kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti seluruh peserta di halaman Gedung C8. Sejak pagi, suasana penuh semangat tampak ketika mahasiswa, dosen, dan panitia mengikuti gerakan senam sebelum melaksanakan penanaman biopori di lingkungan fakultas.
Setelah senam bersama, peserta mulai melakukan pelubangan tanah menggunakan alat bor biopori secara bergantian. Mahasiswa terlihat antusias menggali titik-titik yang telah ditentukan sambil bekerja sama dalam kelompok masing-masing.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menanam sekitar 50 biopori yang tersebar di empat titik lingkungan fakultas, yaitu di depan Gedung C5, Gedung C6, Gedung C2, dan area Gedung C8. Untuk mendukung efektivitas pelaksanaan, peserta dibagi menjadi tiga kelompok agar proses pengerjaan berjalan merata di seluruh area.
Dekan FISIP, Prof. Dr. Arif Purnomo, S.Pd., S.S., M.Pd., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar revitalisasi biopori dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan kampus.
“Semoga dengan adanya kegiatan penanaman biopori ini bisa meningkatkan daya serap air agar tidak banyak genangan dan mencegah banjir,” ujarnya.
Kegiatan ini juga mendapat pendampingan langsung dari Ketua Gugus Konservasi dan Sustainable Development Goals (SDGs) FISIP, Rudi Salam, S.Pd., M.Pd., yang mengarahkan teknis pelaksanaan di lapangan. Ia membagi peserta ke dalam tiga kelompok sesuai lokasi penanaman agar seluruh area dapat tertangani secara optimal.
Melalui kegiatan ini, FISIP tidak hanya mengajak mahasiswa memahami konsep konservasi secara teoritis di ruang kelas, tetapi juga mendorong praktik langsung dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Penanaman biopori diharapkan mampu meningkatkan resapan air, mengurangi genangan saat hujan, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 6 tentang akses terhadap air bersih dan sanitasi layak melalui pengelolaan lingkungan dan tata air yang berkelanjutan.
Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilakukan secara berkesinambungan guna memperkuat kepedulian sivitas akademika terhadap kelestarian lingkungan kampus.




