Jakarta — Pemerintah terus mematangkan persiapan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2026, khususnya dalam membuka akses bagi lulusan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah penyelenggaraan kegiatan Pelaksanaan Penghimpunan, Verifikasi, dan Integrasi Data Lulusan Program PPG Prajabatan yang melibatkan 13 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di Indonesia.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengintegrasikan data lulusan PPG Prajabatan sejak tahun 2015 hingga saat ini. Sebagaimana diketahui, lulusan PPG Prajabatan angkatan awal belum sepenuhnya terintegrasi dengan sistem Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), sementara seleksi nasional PPPK mensyaratkan keterpaduan data tersebut.
Universitas Negeri Semarang (UNNES) turut ambil bagian aktif dalam kegiatan ini dengan membawa data autentik berupa Surat Keputusan (SK) kelulusan lulusan PPG dari berbagai tahun. Data tersebut akan diverifikasi dan diintegrasikan ke dalam sistem nasional sebagai bagian dari basis data PPG Prajabatan.
Dalam kegiatan tersebut, UNNES diwakili oleh Ardhi Prabowo selaku Koordinator Program Studi PPG. Kehadiran perwakilan LPTK menjadi krusial dalam memastikan keabsahan dan kelengkapan data lulusan yang akan digunakan dalam proses seleksi PPPK mendatang.
Selain integrasi data, pertemuan ini juga menandai adanya perubahan struktur dalam Direktorat PPG yang kini dibagi menjadi beberapa tim kerja strategis. Tim Kerja Perencanaan Kebutuhan dan Seleksi yang dipimpin oleh Mbak Fani bertugas menganalisis kebutuhan guru berdasarkan data pensiun, mutasi, dan distribusi guru di daerah. Dari analisis tersebut, terlihat adanya ketimpangan kebutuhan guru antarwilayah.
Sementara itu, Tim Kerja Revitalisasi dan Penjaminan Mutu yang diketuai oleh Pak Sigit menekankan pentingnya pemerataan LPTK di seluruh wilayah Indonesia. Saat ini masih terdapat provinsi yang belum memiliki LPTK penyelenggara PPG, seperti Bangka Belitung. Di wilayah Kalimantan pun, ketersediaan program studi masih terbatas. Oleh karena itu, kerja sama antar-LPTK menjadi solusi strategis untuk pemerataan akses pendidikan profesi guru.
Tim Kerja Pembelajaran dan Asesmen di bawah koordinasi Bu Neneng mengintegrasikan pendekatan pembelajaran dan penilaian secara komprehensif tanpa lagi membedakan antara PPG Dalam Jabatan (Daljab) dan Prajabatan. Adapun Tim Kerja Penataan Talenta yang dipimpin oleh Bu Sissy berfokus pada pengelolaan dan pengembangan potensi lulusan.
Data menunjukkan bahwa terdapat sekitar 1,6 juta lulusan S1 yang berpotensi mengikuti PPG sebagai calon guru profesional. Sejak tahun 2022 hingga saat ini, tercatat sekitar 90 ribu lulusan PPG, di mana sebagian besar telah berprofesi sebagai guru. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 ribu lulusan akan diikutsertakan dalam seleksi PPPK tahun 2026.
Melalui integrasi data yang akurat dan kolaborasi lintas lembaga, diharapkan proses seleksi PPPK 2026 dapat berjalan lebih inklusif, transparan, dan berbasis kebutuhan riil di lapangan. Upaya ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan tenaga pendidik di Indonesia.




