Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) menggelar kegiatan UNNES Menari 2026 dalam rangka memperingati Hari Tari Dunia dengan mengusung tema “Gema Tari Kerakyatan: Merawat Tradisi, Menguatkan Jati Diri”. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Dekanat FBS UNNES, Kamis (30/4/2026).
Sejak pagi hingga malam hari, ratusan peserta tampil secara bergantian, menghadirkan semangat menari tanpa henti dalam satu panggung kebudayaan. Acara ini menghadirkan berbagai pertunjukan tari dari pelajar, mahasiswa, alumni, hingga komunitas seni.
Beragam sajian tari tradisional ditampilkan sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus ruang ekspresi bagi para pelaku seni. Suasana semakin semarak dengan ragam gerak, irama, dan kostum yang mencerminkan kekayaan budaya Nusantara.
Rektor UNNES, Prof. Dr. S Martono, M.Si., dalam menegaskan pentingnya peran seni, khususnya tari, dalam membentuk karakter dan jati diri bangsa.
“Upaya dari Fakultas Bahasa dan Seni untuk merawat nilai budaya, terutama melalui tari, patut diapresiasi. Di dalam tari terdapat banyak filosofi, mulai dari irama hingga gerak, yang mengajarkan bagaimana manusia mampu mengendalikan diri, menjaga harmoni, dan memahami makna kehidupan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa seni tari tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga sarana edukasi dan refleksi budaya yang mampu memperkuat identitas generasi muda di tengah arus globalisasi.
Sementara itu, Koordinator Program Studi Seni Tari UNNES, Dr. Eny Kusumastuti, M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan tahun ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai latar belakang.
“Sebanyak 288 peserta turut ambil bagian dengan total 25 sajian tari. Mereka berasal dari 13 sanggar serta berbagai institusi, seperti SMA, Universitas PGRI Semarang, mahasiswa UNNES, alumni, hingga komunitas seni,” jelasnya.
Keberagaman peserta menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap seni tari sekaligus menjadi bukti bahwa tari kerakyatan masih memiliki tempat di hati generasi muda.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat jejaring antar pelaku seni serta mendorong regenerasi penari yang mencintai budaya bangsa,” tambahnya.
Melalui UNNES Menari 2026, UNNES kembali menunjukkan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga aktif dalam pelestarian budaya. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus merawat tradisi dan memperkuat jati diri bangsa melalui seni. (Satria)

