Semarang, 29 Juli 2026 – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan kuliah umum internasional bertajuk Environmental Mineralogy, Geochemistry and Sediment Archives for Sustainable Environmental Management pada Rabu, 29 Juli 2026, bertempat di Smart Classroom D3 FMIPA UNNES. Kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional, Łukasz Kruszewski, Ph.D., Associate Professor dari Institute of Geological Sciences, Polish Academy of Sciences, Polandia..
Kuliah umum ini menjadi wadah akademik untuk memperluas wawasan mahasiswa dan dosen mengenai peran mineralogi lingkungan, geokimia, serta arsip sedimen dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Dalam pemaparannya, Dr. Kruszewski menjelaskan bagaimana karakteristik mineral, komposisi geokimia, dan rekaman sedimen dapat dimanfaatkan untuk merekonstruksi perubahan lingkungan, mengidentifikasi sumber pencemar, mengevaluasi kualitas lingkungan, hingga mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti dalam pengelolaan sumber daya alam.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari rumpun Pendidikan IPA dan Ilmu Lingkungan, serta rumpun Fisika FMIPA UNNES. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi interaktif yang membahas berbagai isu lingkungan global, mulai dari pencemaran logam berat, dinamika sedimen, hingga penerapan analisis geokimia dalam mitigasi permasalahan lingkungan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Prof. Dr. Supriyadi, M.Si. dari Departemen Fisika UNNES, Dr. Andhina Putri Heriyanti, S.T., M.Si. selaku Koordinator Program Studi Ilmu Lingkungan, Fidia Fibriana, Ph.D. selaku Koordinator Program Studi Pendidikan IPA, Dr. Khumaedi, M.Si. dari Departemen Fisika UNNES, serta Prof. Dr. Tri Retnaningsih Soeprobowati, M.App.Sc., Director of CPalim (Cluster for Paleolimnology), Universitas Diponegoro. Hadir pula beberapa dosen Program Studi Ilmu Lingkungan UNNES, yaitu Yogiswara Danurrachman, M.Ling., Rifa Atunnisa, Ph.D., Trida Ridho Fariz, M.Sc., Amnan Haris, M.Ling., M. Ahganiya Naufal, M.Si. dan Abdul Jabbar, M.Ling. Kehadiran para pimpinan program studi, dosen lintas disiplin, akademisi, serta mahasiswa dari berbagai bidang ilmu menunjukkan komitmen FMIPA UNNES dalam memperkuat kolaborasi multidisiplin untuk menjawab berbagai tantangan lingkungan yang semakin kompleks.

Narasumber, dosen, dan mahasiswa berfoto bersama setelah kuliah umum. Dokumentasi juga menampilkan peta Danau Matano sebagai salah satu ilustrasi kajian lingkungan dan arsip sedimen.
Melalui kuliah umum ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pendekatan geosains dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Kajian mineralogi lingkungan dan geokimia tidak hanya berkontribusi terhadap penelitian dasar, tetapi juga memiliki aplikasi luas dalam pemantauan kualitas lingkungan, pengelolaan sumber daya alam, konservasi, serta mitigasi dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem.
Selain memperkuat jejaring akademik internasional antara UNNES dan Institute of Geological Sciences, Polish Academy of Sciences, kegiatan ini juga diharapkan menjadi pemantik kolaborasi penelitian, publikasi ilmiah bersama, pertukaran akademik, serta pengembangan inovasi di bidang ilmu lingkungan, geologi, dan kebumian.
Penyelenggaraan kuliah umum ini turut mendukung pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan transfer pengetahuan internasional; SDG 6 (Clean Water and Sanitation) melalui pemahaman terhadap kualitas lingkungan dan pencemaran; SDG 13 (Climate Action) melalui pemanfaatan arsip sedimen sebagai rekaman perubahan lingkungan dan iklim; SDG 15 (Life on Land) melalui penguatan pengelolaan ekosistem daratan berbasis data ilmiah; serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kerja sama akademik internasional antara UNNES dan Polish Academy of Sciences.





