KABUPATEN SEMARANG – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan kegiatan penguatan kapasitas pengurus Desa Tangguh Bencana (Destana) Kemambang dan Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, pada Selasa-Rabu, 14-15 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Kemambang tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, khususnya tanah longsor yang menjadi salah satu ancaman di wilayah Kemambang dan Wirogomo.
Program pengabdian ini menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperkuat pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan pengurus Destana dan anggota Linmas dalam menghadapi risiko bencana di tingkat desa.

Peserta mengikuti sesi penguatan kapasitas Destana yang menghadirkan materi dari BPBD Kabupaten Semarang dan BMKG Jawa Tengah.
Ketua Tim Pengabdian FMIPA UNNES, Dr. Khumaedi, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian tahap kedua yang berfokus pada penguatan pengurus Destana Kemambang. Melalui kegiatan tersebut, pengurus Destana diharapkan semakin siap menjadi kader tangguh yang mampu mengambil langkah cepat dan tepat saat terjadi bencana.
“Kami menghadirkan narasumber dari BPBD Kabupaten Semarang untuk memberikan materi penguatan Destana. Dari BMKG, peserta memperoleh pemahaman mengenai analisis cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana di wilayah desa,” jelasnya.
Tim pengabdian FMIPA UNNES juga melibatkan sejumlah dosen sebagai anggota, yaitu Prof. Dr. Supriyadi, M.Si., Prof. Dr. Mahardika Prasetya Aji, dan Dr. Upik Nurbaiti. Kegiatan ini turut melibatkan empat mahasiswa, yaitu Nisfa Mufatihah, Sri Endah Ardhi Ningrum Abdullah, Fatmawati, dan Mochamad Hilmi Bilqi.
Dalam rangkaian kegiatan, peserta memperoleh materi mengenai peningkatan kapasitas penanggulangan bencana, penguatan kelembagaan Destana, analisis potensi cuaca ekstrem, serta pemanfaatan informasi kebencanaan. Pada hari pertama, kegiatan juga diisi dengan diskusi matriks antarpeserta dan penyusunan peta rawan bencana Desa Kemambang dan Wirogomo.

Peserta bersama tim BPBD Kabupaten Semarang berdiskusi dalam penyusunan peta rawan bencana Desa Kemambang dan Wirogomo.
Prof. Dr. Supriyadi, M.Si. menjelaskan bahwa kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat hal-hal yang telah dikerjakan oleh pengurus Destana. Selain penguatan kapasitas, kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan kerja sama antara FMIPA UNNES, BPBD, dan Pemerintah Desa Kemambang dalam mendukung program kebencanaan ke depan.
Kegiatan pada hari kedua dilanjutkan dengan simulasi penanggulangan kebakaran yang dipandu oleh tim BPBD Kabupaten Semarang. Simulasi ini diberikan agar peserta tidak hanya memahami konsep kesiapsiagaan bencana, tetapi juga memiliki pengalaman praktik dalam menghadapi kondisi darurat.
Dalam sesi yang berkaitan dengan informasi cuaca dan iklim, peserta memperoleh pemahaman mengenai karakteristik cuaca ekstrem yang dapat meningkatkan risiko bencana. Informasi tersebut penting karena wilayah Kemambang dan Wirogomo memiliki potensi kerawanan bencana, terutama tanah longsor saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Perwakilan BMKG Jawa Tengah juga memperkenalkan pemanfaatan aplikasi Info BMKG dan kanal informasi resmi BMKG. Platform tersebut dapat digunakan masyarakat untuk memantau prakiraan cuaca, peringatan dini, informasi gempa bumi, potensi tsunami, kualitas udara, cuaca maritim, dan informasi iklim secara lebih mudah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro, S.STP., M.M., mengajak peserta memanfaatkan kegiatan ini untuk memperkuat kapasitas penanggulangan bencana di tingkat desa. Menurutnya, kegiatan pemetaan, diskusi, dan penggalian data lapangan penting untuk mengetahui titik rawan, risiko, serta kebutuhan penanggulangan bencana.
Sementara itu, Kepala Desa Kemambang, Heru Susanto, S.E., menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas pengurus Destana dan Linmas sangat penting agar masyarakat dapat merespons kejadian bencana secara cepat. Penguatan berkelanjutan diperlukan agar warga tidak menganggap ancaman bencana sebagai hal biasa.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui penguatan kapasitas desa dalam membangun sistem kesiapsiagaan dan ketangguhan terhadap bencana. Program ini juga sejalan dengan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) karena memperkuat pemahaman masyarakat terhadap cuaca ekstrem, risiko bencana, dan langkah mitigasi. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, BPBD, BMKG, pemerintah desa, dan masyarakat.
Melalui kegiatan pengabdian ini, FMIPA UNNES berharap pengurus Destana Kemambang dan Wirogomo semakin siap dalam melakukan pencegahan, mitigasi, dan respons awal terhadap bencana. Penguatan kapasitas berbasis kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya desa yang lebih tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.





