KARIMUNJAWA – Tim dosen dan mahasiswa Rumpun Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertema “Penguatan Kompetensi Guru SD di Karimunjawa dalam Implementasi Pembelajaran Mendalam untuk Kesiapan Siswa Menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA)”.
Kegiatan tersebut diselenggarakan di SD Negeri 6 Karimunjawa, Kabupaten Jepara, pada Kamis, 12 Juni 2026. Sebanyak 20 guru SD di Karimunjawa mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi pendidik dalam merancang pembelajaran matematika yang lebih bermakna dan kontekstual.
Program ini dilaksanakan oleh tim dosen Rumpun Matematika FMIPA UNNES yang terdiri atas Dr. Iqbal Kharisudin, M.Sc.; Dr. Dra. Emi Pujiastuti, M.Pd.; Hery Sutarto, S.Pd., M.Pd.; Muhammad Iqbal, S.Kom., M.Kom.; Muhammad Habiburrohman, M.Si.; dan Siti Muawanah, S.Pd., M.Sc. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa, yaitu Carissa Azarine Henry, Aufaa Zakki Maulidan, dan Kristina Claudia Bata.
Kegiatan ini memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Melalui pelatihan ini, guru didorong untuk mengembangkan pembelajaran matematika yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian nilai, tetapi juga pada penguatan pemahaman konsep, penalaran, dan kemampuan pemecahan masalah siswa.
Ketua tim pengabdian, Dr. Iqbal Kharisudin, M.Sc., menjelaskan bahwa perkembangan sistem asesmen pendidikan menuntut guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna dan berorientasi pada kemampuan berpikir siswa.
“Tes Kemampuan Akademik bukan sekadar mengukur kemampuan menghafal atau mengerjakan soal rutin. Karena itu, guru perlu memperkuat pembelajaran yang membantu siswa memahami konsep, bernalar, dan menyelesaikan masalah dalam berbagai konteks kehidupan,” ujarnya.
Menurutnya, wilayah Karimunjawa memiliki potensi besar untuk mengembangkan pembelajaran kontekstual. Berbagai aktivitas masyarakat pesisir seperti pelayaran antarpulau, perdagangan hasil laut, wisata bahari, hingga pengelolaan sumber daya laut dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Tim dosen dan mahasiswa Rumpun Matematika FMIPA UNNES bersama guru SD peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SD Negeri 6 Karimunjawa.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai tujuan dan karakteristik Tes Kemampuan Akademik pada jenjang SD, khususnya mata pelajaran matematika. Guru juga diperkenalkan dengan konsep pembelajaran mendalam yang menempatkan proses belajar sebagai pengalaman yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
Berbeda dengan pendekatan yang hanya berfokus pada latihan soal berulang, pembelajaran mendalam mendorong siswa memahami alasan di balik suatu konsep, menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman nyata, serta merefleksikan proses berpikir yang dilakukan. Pendekatan ini dinilai relevan untuk membangun kompetensi akademik jangka panjang.
Kegiatan ini juga berkaitan dengan SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan. Pelatihan bagi guru di wilayah kepulauan seperti Karimunjawa menjadi bagian dari upaya memperluas akses peningkatan kompetensi pendidik, sehingga inovasi pembelajaran tidak hanya berkembang di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau sekolah-sekolah di daerah kepulauan.
Guru dibimbing untuk merancang pembelajaran matematika berbasis konteks lokal Karimunjawa, menyusun Lembar Kerja Peserta Didik atau LKPD yang memuat aktivitas eksplorasi dan refleksi, serta mengembangkan soal model TKA yang mengukur kemampuan pemahaman konsep, penalaran, dan pemecahan masalah.
Salah satu anggota tim pengabdian, Dr. Emi Pujiastuti, M.Pd., menyampaikan bahwa guru perlu memandang asesmen sebagai bagian dari proses pembelajaran, bukan sekadar alat pengukuran hasil belajar.
“Ketika guru mampu menerapkan asesmen formatif secara tepat, mereka dapat mengetahui perkembangan pemahaman siswa sejak awal dan melakukan perbaikan pembelajaran secara berkelanjutan,” jelasnya.

Para guru SD di Karimunjawa mengikuti sesi pelatihan pembelajaran mendalam untuk kesiapan siswa menghadapi Tes Kemampuan Akademik.
Selain memperoleh materi, setiap peserta juga menghasilkan perangkat ajar yang dapat langsung diterapkan atau disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing. Produk tersebut meliputi rancangan pembelajaran, LKPD, soal model TKA, rubrik penilaian, serta rencana tindak lanjut pembelajaran.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para guru menyambut baik pendekatan yang mengintegrasikan konteks lokal Karimunjawa ke dalam pembelajaran matematika karena dinilai mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar.
Salah seorang peserta menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan wawasan baru tentang cara mempersiapkan siswa menghadapi asesmen akademik tanpa mengurangi kualitas pembelajaran di kelas.
Melalui kegiatan ini, FMIPA UNNES berharap guru SD di Karimunjawa dapat mengembangkan pembelajaran matematika yang lebih kontekstual, reflektif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Kegiatan ini menjadi salah satu kontribusi FMIPA UNNES dalam mendukung SDG 4 dan SDG 10 melalui penguatan kompetensi guru, pemerataan akses inovasi pembelajaran, dan pengembangan pendidikan berkualitas di wilayah kepulauan.





