KARIMUNJAWA – Tim Universitas Negeri Semarang (UNNES) memberikan pendampingan dan pelatihan kepada guru SMP Negeri 1 Karimunjawa melalui penerapan Liveworksheet terintegrasi dalam pendekatan Joyful and Meaningful Learning.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan pembelajaran literasi dan numerasi yang lebih interaktif, efektif, dan menyenangkan. Melalui pemanfaatan platform digital Liveworksheet, guru didorong untuk menyusun bahan evaluasi yang sesuai dengan karakter Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Asesmen Nasional.
Kegiatan ini memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Pelatihan ini mendukung peningkatan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran literasi dan numerasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa serta tuntutan pendidikan abad ke-21.
Pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya penguatan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran berbasis literasi dan numerasi. Guru tidak hanya dituntut mampu menyusun soal yang sesuai dengan indikator AKM, tetapi juga perlu menghadirkan pengalaman belajar yang mendorong siswa berpikir kritis, memahami konteks, dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Materi pendampingan disampaikan oleh Nur Achmey Selgi Harwanti. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh demonstrasi mengenai cara membuat, mengelola, dan mengaplikasikan Liveworksheet sebagai media pembelajaran digital. Platform ini memungkinkan guru menyusun lembar kerja interaktif yang dapat digunakan untuk latihan, evaluasi, maupun penguatan konsep secara lebih menarik bagi siswa.
Pemanfaatan Liveworksheet juga berkaitan dengan SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, khususnya pada aspek inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Melalui platform digital tersebut, guru dapat mengembangkan media evaluasi yang lebih interaktif dan mudah diakses untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah.
Para guru SMP Negeri 1 Karimunjawa mengikuti kegiatan dengan antusias. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan, diskusi, dan respons aktif peserta selama kegiatan berlangsung. Melalui pelatihan ini, guru diharapkan mampu mengintegrasikan teknologi pembelajaran dalam proses belajar mengajar secara lebih optimal.
“Dengan bekal literasi numerasi yang kuat dan penguasaan teknologi melalui Liveworksheet, para guru SMPN 1 Karimunjawa diharapkan semakin siap membimbing siswa dalam menghadapi AKM dan Asesmen Nasional dengan cara yang menggembirakan,” tutur Nur Achmey Selgi Harwanti.
Kegiatan tersebut dipandu oleh Puput Relitasari dan menghadirkan tiga narasumber yang membawakan materi secara berkesinambungan. Selain materi penerapan Liveworksheet, peserta juga memperoleh penguatan konsep pembelajaran Joyful and Meaningful Learning serta literasi numerasi.
Prof. Dr. Wardono menyampaikan materi mengenai Joyful and Meaningful Learning. Ia menjelaskan bahwa pembelajaran yang bermakna dan menggembirakan dapat membantu siswa menemukan sendiri konsep yang dipelajari. Pendekatan ini menjadi penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi AKM dan Asesmen Nasional.
“Siswa dapat menemukan sendiri suatu konsep secara bermakna dan menggembirakan. Hal ini menjadi fondasi penting dalam persiapan AKM dan Asesmen Nasional,” ujarnya.
Materi berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. rer. nat. YL Sukestiyarno mengenai literasi numerasi. Ia menjelaskan bahwa literasi numerasi merupakan kemampuan individu dalam menggunakan angka, simbol, dan konsep matematika untuk memecahkan masalah dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari serta mengambil keputusan secara tepat.
Melalui kegiatan ini, UNNES berharap para guru SMP Negeri 1 Karimunjawa dapat mengembangkan pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pendidikan abad ke-21. Integrasi Liveworksheet, literasi numerasi, dan pendekatan Joyful and Meaningful Learning diharapkan mampu memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus meningkatkan kesiapan siswa dalam menghadapi AKM dan Asesmen Nasional.
Kegiatan ini menjadi salah satu kontribusi UNNES dalam mendukung SDG 4 dan SDG 9 melalui penguatan kompetensi guru, pengembangan literasi numerasi, dan pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran.





