Tim Pelaksana PPK Ormawa BEM FMIPA Universitas Negeri Semarang (UNNES) 2026 bersama anggota BEM FMIPA UNNES menggelar kegiatan Sosialisasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) di Desa Peron, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, pada Jumat (12/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Halaman TPQ Desa Peron ini menjadi langkah awal implementasi program bertajuk “Sengkuyung Desa Peron: Penguatan Eco-Resilience melalui Early Warning System berbasis Internet of Things untuk Mewujudkan Desa Tangguh Bencana Berkelanjutan.”
Kegiatan yang dihadiri oleh 126 peserta tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan, mulai dari Perwakilan Camat Limbangan, Kepala Desa Peron, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FMIPA UNNES, PIC UNNES, dosen pembina, pengurus organisasi mahasiswa, hingga masyarakat Desa Peron.
Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari berbagai pihak yang menyampaikan dukungan terhadap program pengabdian mahasiswa yang berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana, khususnya tanah longsor yang menjadi salah satu ancaman di wilayah Desa Peron.

Perwakilan FMIPA UNNES dan Tim PPK Ormawa BEM FMIPA UNNES menyampaikan sosialisasi program penguatan eco-resilience dan desa tangguh bencana di Desa Peron.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FMIPA UNNES menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kontribusi kepada masyarakat.
“Ini merupakan implementasi nyata yang diaplikasikan oleh Tim PPK-Ormawa BEM FMIPA UNNES tahun 2026 sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat. Harapannya, program ini dapat membantu masyarakat Desa Peron menghadapi potensi longsor melalui pendekatan konservasi dan penguatan kapasitas tangguh bencana,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam program pengabdian seperti ini menjadi sarana untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah masyarakat serta membangun kolaborasi yang berkelanjutan antara kampus dan desa.
Mengusung semangat “Sengkuyung”, yang dalam budaya Jawa bermakna gotong royong dan kerja bersama, program ini dirancang untuk memperkuat ketahanan lingkungan dan kesiapsiagaan masyarakat melalui pendekatan konservasi berbasis teknologi. Salah satu inovasi utama yang akan dikembangkan adalah sistem peringatan dini (Early Warning System) berbasis Internet of Things (IoT) guna mendukung mitigasi risiko bencana secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Sebagai simbol dimulainya rangkaian program, kegiatan dilanjutkan dengan aksi penanaman pohon yang melibatkan seluruh peserta. Penanaman pohon dilakukan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat fungsi konservasi lahan yang berperan penting dalam mengurangi risiko longsor di kawasan Desa Peron.
Kepala Desa Peron dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim PPK Ormawa BEM FMIPA UNNES yang memilih Desa Peron sebagai lokasi pengabdian. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat menjadi peluang besar untuk meningkatkan kapasitas desa dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan dan kebencanaan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diperkenalkan dengan tujuan, tahapan, serta berbagai program yang akan dilaksanakan selama periode pengabdian. Selain membangun pemahaman bersama, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara mahasiswa dan masyarakat guna memastikan program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan serta potensi lokal yang dimiliki Desa Peron.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan partisipatif. Masyarakat yang hadir menunjukkan dukungan terhadap pelaksanaan program, terutama pada upaya-upaya konservasi lingkungan dan penguatan kesiapsiagaan bencana yang dinilai sangat relevan dengan kondisi geografis Desa Peron.

Melalui program “Sengkuyung Desa Peron”, Tim PPK Ormawa BEM FMIPA UNNES 2026 berharap dapat mewujudkan ekosistem desa yang lebih adaptif, berdaya, dan berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi fondasi dalam membangun Desa Peron sebagai desa konservasi yang mampu menghadapi berbagai ancaman bencana secara mandiri melalui semangat gotong royong, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi multipihak. Dengan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan warga desa, Desa Peron diharapkan dapat menjadi model pengembangan desa konservasi dan tangguh bencana yang berkelanjutan di Kabupaten Kendal maupun wilayah lainnya.





