Semarang – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyediakan empat Stasiun Air Siap Minum yang dapat digunakan secara gratis oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan pengunjung sebagai upaya mendukung akses terhadap air minum yang aman sekaligus mendorong penggunaan air secara bijak di lingkungan kampus. Empat stasiun tersebut berada di Musala FMIPA, Gedung Dekanat FMIPA, Gedung D1, dan Laboratorium Fisika, sehingga mudah dijangkau oleh sivitas akademika dalam berbagai aktivitas perkuliahan, penelitian, maupun pelayanan akademik.

Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keamanan air minum, FMIPA UNNES melakukan pengujian kualitas air secara berkala setiap tahun melalui laboratorium terakreditasi. Hasil pengujian laboratorium pada 20 Agustus 2025 menunjukkan bahwa seluruh stasiun air siap minum memenuhi persyaratan kualitas air minum sehingga aman untuk dikonsumsi. Pemantauan kualitas air secara rutin merupakan bagian dari upaya fakultas dalam mencegah air yang tercemar masuk ke sistem penyediaan air minum, sekaligus memastikan seluruh pengguna memperoleh air minum yang memenuhi standar kesehatan.

Keberadaan stasiun air siap minum juga menjadi bagian dari kampanye FMIPA UNNES dalam mempromosikan penggunaan air secara sadar dan bijak di lingkungan kampus. Sivitas akademika didorong untuk membawa tumbler pribadi dan memanfaatkan fasilitas isi ulang air minum sehingga dapat mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai, menekan timbulan sampah plastik, serta membangun budaya konsumsi yang lebih berkelanjutan.

Selain menyediakan akses air minum yang aman, FMIPA UNNES juga menerapkan berbagai strategi pengelolaan air yang efisien pada infrastruktur kampus. Beberapa fasilitas toilet telah dilengkapi dengan kran otomatis (automatic faucet) yang dirancang untuk mengurangi pemborosan air dengan menghentikan aliran air secara otomatis setelah digunakan. Penerapan teknologi ini menjadi bagian dari desain bangunan yang mendukung efisiensi penggunaan air di lingkungan fakultas.
FMIPA UNNES juga menerapkan rainwater harvesting melalui pemasangan talang air yang terhubung dengan tandon penampungan air hujan. Air hujan yang ditampung dimanfaatkan untuk berbagai keperluan non-konsumsi, sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap sumber air bersih. Selain itu, air kondensat yang dihasilkan dari sistem pendingin ruangan (air conditioner/AC) juga dimanfaatkan kembali untuk penyiraman tanaman di kawasan kampus. Pemanfaatan kembali air hujan dan air kondensat tersebut menjadi bagian dari upaya fakultas dalam meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya air serta mendukung praktik konservasi air yang berkelanjutan.

Dalam mendukung efisiensi penggunaan air, FMIPA UNNES juga menata kawasan kampus agar kebutuhan air untuk lanskap dapat diminimalkan. Sebagian besar wilayah FMIPA masih didominasi oleh ruang terbuka hijau (RTH) dengan tegakan pohon yang berfungsi menjaga keseimbangan hidrologi, meningkatkan infiltrasi air hujan, dan mengurangi kebutuhan penyiraman intensif. Inventarisasi vegetasi menunjukkan bahwa spesies yang paling dominan adalah mahoni (Swietenia mahagoni) sebanyak 76 individu, mangga (Mangifera indica) sebanyak 45 individu, dan glodokan tiang (Polyalthia longifolia) sebanyak 39 individu. Ketiga jenis pohon tersebut memiliki toleransi yang baik terhadap musim kering sehingga mendukung pengelolaan lanskap kampus yang lebih hemat air.
Dalam penyediaan air minum, FMIPA UNNES juga menerapkan teknologi penyediaan air minum berkelanjutan melalui sistem stasiun air siap minum yang mengolah air menjadi layak konsumsi dan mendistribusikannya sebagai fasilitas isi ulang bagi sivitas akademika. Pemanfaatan sistem ini tidak hanya meningkatkan akses terhadap air minum yang aman, tetapi juga mengurangi konsumsi air minum dalam kemasan serta mendukung pengelolaan sumber daya air yang lebih berkelanjutan di lingkungan kampus.
Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 (Clean Water and Sanitation) melalui penyediaan akses air minum yang aman, pemantauan kualitas air, penerapan teknologi hemat air, pemanfaatan kembali air hujan dan air kondensat, promosi penggunaan air secara bijak, serta pengelolaan lanskap yang mendukung konservasi air. Selain itu, program ini juga berkontribusi terhadap SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pengurangan penggunaan botol plastik sekali pakai dan peningkatan efisiensi pemanfaatan sumber daya, serta SDG 13 (Climate Action) melalui penguatan ruang terbuka hijau dan praktik konservasi air yang mendukung ketahanan lingkungan kampus.





