Semarang – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penelitian mengenai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) dan emisi karbon dari konsumsi listrik di lingkungan kampus. Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi Ecological Engineering & Environmental Technology (EEET) yang terindeks Scopus Q3.
Penelitian ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri atas Prof. Dr. Sri Ngabekti, Trida Ridho Fariz, Prof. Dr. Dewi Liesnoor Setyowati, dan Maulana Malik Wicaksono. Kajian tersebut berfokus pada analisis konsumsi energi listrik, emisi karbon, serta peran vegetasi kampus dalam menyerap emisi karbon sehingga dapat mendukung upaya pencapaian target Net Zero Emission (NZE) Indonesia 2060.
Menurut tim peneliti, sektor bangunan merupakan salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai living laboratory dalam menerapkan efisiensi energi dan pengelolaan ruang terbuka hijau sebagai langkah mitigasi perubahan iklim. Penelitian di FMIPA UNNES menunjukkan bahwa bangunan laboratorium memiliki konsumsi listrik dan emisi karbon tertinggi dibandingkan bangunan lainnya, sehingga menjadi prioritas dalam penerapan strategi penghematan energi.
Selain menghasilkan publikasi internasional, penelitian ini juga menjadi dasar penyusunan skripsi Maulana Malik Wicaksono yang mengkaji konsumsi energi listrik dan keseimbangan karbon di lingkungan FMIPA UNNES. Penelitian tersebut bertujuan menganalisis konsumsi energi dan nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) pada berbagai skenario, jejak karbon (carbon footprint), serta kemampuan vegetasi kampus dalam menyerap karbon untuk menghasilkan keseimbangan karbon.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan laboratorium menghasilkan konsumsi listrik tertinggi, dengan rata-rata 6.916,94 kWh per bulan. Sementara itu, Gedung Laboratorium D12 memiliki nilai IKE tertinggi sebesar 10,08 kWh/m²/bulan, namun masih termasuk dalam kategori efisien. Pada skenario penghematan energi, seluruh bangunan berhasil mencapai kategori sangat efisien, menunjukkan besarnya potensi pengurangan konsumsi energi di lingkungan kampus.
Dari sisi emisi karbon, penelitian menemukan bahwa kondisi eksisting menghasilkan 52.680 kgCO₂eq. Apabila konsumsi energi meningkat tanpa pengendalian, emisi berpotensi naik menjadi 71.269,76 kgCO₂eq. Sebaliknya, penerapan skenario efisiensi energi mampu menurunkan emisi hingga 39.715,93 kgCO₂eq.
Menariknya, vegetasi berupa pepohonan yang telah tumbuh di kawasan FMIPA UNNES memiliki kapasitas penyerapan karbon sebesar 1.067.414,24 kgCO₂eq. Nilai tersebut jauh lebih besar dibandingkan emisi karbon yang dihasilkan dari konsumsi listrik, sehingga menghasilkan carbon balance bernilai negatif, yang menunjukkan bahwa kemampuan penyerapan karbon oleh pohon mampu mengimbangi bahkan melampaui emisi karbon yang dihasilkan di kawasan tersebut.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perguruan tinggi lain dalam menyusun kebijakan pengelolaan energi dan pengembangan kampus berkelanjutan. Penelitian ini juga mendukung pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui upaya peningkatan efisiensi energi, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui pengelolaan ruang hijau kampus, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengurangan emisi karbon dan peningkatan serapan karbon, serta SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui pelestarian vegetasi sebagai penyerap karbon alami.





