Semarang – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan kampus yang inklusif, aman, dan mendukung kesetaraan gender melalui berbagai kebijakan, fasilitas, serta kegiatan edukatif. Pada Senin, 21 April 2025, seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan sivitas akademika yang mengikuti apel rutin mengenakan pakaian adat Nusantara dalam rangka memperingati Hari Kartini. Raden Ajeng (R.A.) Kartini dikenal sebagai pelopor emansipasi perempuan di Indonesia yang memperjuangkan hak perempuan untuk memperoleh pendidikan dan kesempatan yang setara. Oleh karena itu, Hari Kartini menjadi simbol penting perjuangan kesetaraan gender sekaligus sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 5: Gender Equality.

Pada kesempatan tersebut, perwakilan dosen, tenaga kependidikan, dan staf FMIPA menyampaikan bahwa semangat Hari Kartini bukan hanya dimaknai sebagai penghormatan terhadap perjuangan perempuan Indonesia, tetapi juga sebagai pengingat bahwa perempuan memiliki kesempatan untuk berkarier dan berprestasi setinggi-tingginya tanpa meninggalkan peran dan tanggung jawab dalam keluarga. Nilai tersebut menjadi bagian dari budaya kerja yang menghargai keseimbangan antara pengembangan karier, kehidupan keluarga, dan kontribusi bagi masyarakat.

Komitmen tersebut tercermin dalam tingginya partisipasi perempuan pada posisi akademik di FMIPA UNNES. Dari 42 profesor yang dimiliki FMIPA, 25 di antaranya merupakan profesor perempuan, menunjukkan bahwa fakultas memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan untuk berkembang hingga jenjang akademik tertinggi. Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi sekaligus bentuk mentoring tidak langsung (role model) bagi mahasiswi agar percaya diri dalam mengembangkan karier di bidang sains, teknologi, dan pendidikan tinggi.

FMIPA UNNES juga menyediakan berbagai fasilitas yang mendukung partisipasi perempuan dalam lingkungan akademik. Fakultas memiliki ruang laktasi di Gedung D12 yang dapat dimanfaatkan oleh dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswi yang sedang menyusui. Selain itu, lobby room Gedung D12 yang luas dimanfaatkan sebagai ruang tunggu sementara bagi anak dosen maupun tenaga kependidikan ketika berlangsung kegiatan apel pagi, sehingga orang tua dapat mengikuti kegiatan akademik dan kedinasan terlebih dahulu sebelum mengantar anak ke sekolah. Penyediaan fasilitas tersebut merupakan bentuk dukungan fakultas dalam menciptakan lingkungan kerja dan belajar yang ramah keluarga serta mendukung partisipasi perempuan.
FMIPA UNNES juga secara rutin memantau capaian akademik mahasiswa berdasarkan gender sebagai bagian dari upaya memastikan tidak terdapat kesenjangan dalam hasil pendidikan. Pada tahun 2025, FMIPA meluluskan 1.286 mahasiswa dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata 3,65. Berdasarkan gender, rata-rata IPK lulusan laki-laki sebesar 3,66, sedangkan perempuan mencapai 3,67. Hasil tersebut menunjukkan bahwa capaian akademik mahasiswa laki-laki dan perempuan berada pada tingkat yang seimbang, sekaligus mencerminkan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh mahasiswa tanpa membedakan gender.
Berbagai upaya tersebut menunjukkan bahwa FMIPA UNNES tidak hanya memperingati Hari Kartini sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai kesetaraan gender melalui penyediaan fasilitas pendukung bagi perempuan, pemberian kesempatan yang setara dalam pengembangan karier akademik, pemantauan capaian akademik berdasarkan gender. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan akademik yang inklusif, mendukung perempuan untuk berkembang secara optimal, dan memperkuat budaya saling menghormati di lingkungan kampus.
Kegiatan dan kebijakan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 5 (Gender Equality) melalui promosi kesetaraan gender, penyediaan fasilitas yang mendukung partisipasi perempuan, pemantauan kesetaraan capaian akademik. Selain itu, upaya ini juga berkontribusi terhadap SDG 4 (Quality Education) melalui penciptaan lingkungan belajar yang inklusif dan setara.




