Dalam rangka memeriahkan Dies Natalis ke-61 Universitas Negeri Semarang (UNNES), sebuah kompetisi unik bertajuk Lomba Berbalas Pantun sukses digelar pada Senin (18/5).
Acara yang berlangsung meriah ini diikuti oleh 17 tim yang terdiri dari dosen serta tenaga kependidikan (tendik) dari berbagai fakultas dan unit kerja di lingkungan UNNES.
Pada perayaan Dies Natalis tahun ini, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UNNES dipercaya sebagai tuan rumah. FEB telah menyusun berbagai rangkaian kegiatan secara terintegrasi, di mana Lomba Berbalas Pantun menjadi salah satu agenda utama yang paling dinantikan.
Ketua Panitia Kegiatan, Dr. Wati Istanti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas antusiasme para peserta yang luar biasa.
“Lomba ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang bagi kita untuk merayakan kebersamaan sekaligus merawat tradisi tutur yang sarat akan makna dan nilai estetika,” ujarnya.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Dekan FEB UNNES, Prof. Dr. Amir Mahmud, S.Pd., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pantun bukan sekadar rangkaian kata, melainkan bagian penting dari konservasi budaya yang harus terus dihidupkan.
“Pantun adalah jenis puisi lama nusantara yang harus dan perlu kita kembangkan serta lestarikan di mana pun kita berada. Sebagai bagian dari identitas bangsa, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam bait pantun harus tetap relevan dan gaungnya harus terus kita gaungkan, baik di lingkungan akademik maupun dalam kehidupan bermasyarakat luas,” tegas Prof. Amir Mahmud.
Usai prosesi pembukaan, keseruan langsung memuncak saat memasuki acara inti. Sebanyak 17 tim saling beradu kreativitas, kecepatan berpikir, dan keindahan diksi dalam merangkai bait-bait pantun di panggung.
Setelah melalui persaingan yang ketat namun penuh keakraban, Tim Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi (LPPP) berhasil keluar sebagai Juara 1. Posisi Juara 2 diraih oleh tim tuan rumah FEB, sementara Tim Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) harus puas menempati Juara 3.
Selain menjadi ajang silaturahmi dan penyegaran di sela-sela rutinitas kerja, kegiatan ini juga menjadi bukti nyata kontribusi UNNES dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs).
Melalui kelestarian pantun, UNNES turut menyokong pencapaian SDG 11 mengenai Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, khususnya pada target perlindungan dan pelestarian warisan budaya dunia, mengingat pantun telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.
Lebih dari itu, pesan-pesan yang dilemparkan dalam bait pantun sepanjang perlombaan juga menyentuh aspek SDGs lainnya. Esensi pantun tersebut selaras dengan SDG 4 mengenai Pendidikan Bermutu melalui pemanfaatan pantun sebagai media edukasi, literasi kreatif, dan penanaman nilai moral.
Di sisi lain, muatan pantun yang sarat akan nasihat bijak serta kritik sosial yang damai juga merepresentasikan andil dalam SDG 16 mengenai Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.
Dengan mengusung semangat “UNNES Bergerak Berdampak”, FEB UNNES sebagai tuan rumah Dies Natalis ke-61 sukses membuktikan komitmennya. Mereka berhasil menghadirkan perayaan yang tidak hanya meriah secara seremonial, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pelestarian budaya bangsa.




