GROBOGAN — Kesiapsiagaan menghadapi bencana perlu dibangun sejak usia sekolah. Melalui program UNNES GIAT 16 Kesehatan, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang mengenalkan mitigasi kebakaran kepada 19 siswa kelas V SD Negeri 2 Tanggungharjo, Desa Tanggungharjo, Grobogan. Program SIGMA (SIaGa Mitigasi bencanA) ini dirancang untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar menghadapi risiko kebakaran di lingkungan sekitar.
Edukasi tidak hanya membahas penyebab dan pencegahan kebakaran, tetapi juga mengajarkan tindakan keselamatan ketika keadaan darurat terjadi, termasuk saat ruangan dipenuhi asap maupun ketika pakaian terbakar. Pengetahuan tersebut kemudian diperkuat melalui permainan puzzle jalur evakuasi. Siswa dibagi dalam empat kelompok dan diberikan skenario kebakaran berbeda untuk menentukan jalur penyelamatan yang paling tepat.
Pendekatan permainan membuat siswa tidak sekadar menerima informasi, tetapi belajar mengambil keputusan dalam situasi darurat. Diskusi dan presentasi kelompok juga melatih kerja sama serta kemampuan berpikir kritis dalam menentukan tindakan evakuasi. Perubahan pemahaman siswa diukur melalui pre-test dan post-test sebagai bagian dari evaluasi edukasi.
SIGMA menjadi langkah sederhana untuk membangun budaya sadar bencana dari lingkungan sekolah. Penguatan kapasitas generasi muda ini sejalan dengan SDGs 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan, serta SDGs 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities) melalui pembentukan masyarakat yang lebih tangguh menghadapi risiko bencana. Inisiatif tersebut sekaligus menegaskan semangat “Bersama UNNES GIAT, Membangun Indonesia dari Desa.”
#UNNESSDGs04 #UNNESSDGs11



