GROBOGAN — Sebanyak 27 anak usia dini di TK Sumberagung 1 mendapat pemantauan tumbuh kembang sekaligus edukasi kesehatan melalui program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) yang digelar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang pada 14–21 Juli 2026. Program ini menggabungkan deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan anak dengan penguatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pemahaman...Read More
BLORA — Pemantauan tumbuh kembang sejak usia dini menjadi langkah penting untuk mendeteksi risiko gangguan gizi dan pertumbuhan anak. Melalui program UNNES GIAT 16 Kesehatan, mahasiswa Desa Tanggel melakukan pemeriksaan tumbuh kembang seluruh siswa TK A dan TK B di TK Pertiwi Tanggel, Kecamatan Randublatung, Blora, pada Selasa (14/7/2026). Pemeriksaan dilakukan melalui pengukuran antropometri yang...Read More
BLORA — Kesehatan mental anak kerap luput dari perhatian di tengah tuntutan pendidikan dan perkembangan sosial. Melalui program TAMASYA, mahasiswa KKN UNNES GIAT 16 Kesehatan Desa Tanggel memberikan edukasi kesehatan mental kepada 15 siswa kelas VI SD Negeri 1 Tanggel, Kecamatan Randublatung, Blora, pada Kamis (16/7/2026). Edukasi diarahkan untuk membantu siswa mengenali emosi, memahami pemicu...Read More
BLORA — Kebiasaan sederhana mencuci tangan dengan sabun menjadi salah satu kunci mencegah penyebaran penyakit di lingkungan sekolah. Melalui program TAMASYA, mahasiswa KKN UNNES GIAT 16 Kesehatan Desa Tanggel mengedukasi 12 siswa kelas V SD Negeri 1 Tanggel, Kecamatan Randublatung, Blora, tentang pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) pada Rabu (15/7/2026). Edukasi dikemas secara interaktif...Read More
GROBOGAN — Pemenuhan gizi pada masa awal kehidupan menjadi salah satu kunci dalam mencegah dan mengatasi stunting. Mahasiswa KKN UNNES Tim II Tahun 2026 Desa Putatsari melalui program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) memberikan edukasi pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) kepada ibu balita stunting di Posyandu Mawar, Dusun Krajan, Desa Putatsari, Selasa (7/7/2026)....Read More
GROBOGAN — Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) tidak cukup hanya dilakukan ketika kasus muncul. Kesadaran untuk mengenali dan memutus siklus perkembangbiakan nyamuk perlu dibangun dari rumah. Hal inilah yang didorong mahasiswa Kelompok 7 GIAT 16 Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang melalui program PETIK (Pemantauan Jentik) di Dusun Rejosari, Desa Rejosari, Grobogan. Sebanyak 15 rumah...Read More