
BLORA — Kesehatan mental anak kerap luput dari perhatian di tengah tuntutan pendidikan dan perkembangan sosial. Melalui program TAMASYA, mahasiswa KKN UNNES GIAT 16 Kesehatan Desa Tanggel memberikan edukasi kesehatan mental kepada 15 siswa kelas VI SD Negeri 1 Tanggel, Kecamatan Randublatung, Blora, pada Kamis (16/7/2026). Edukasi diarahkan untuk membantu siswa mengenali emosi, memahami pemicu stres, dan mengembangkan cara sehat dalam mengelola perasaan menjelang masa transisi menuju remaja.
Materi dikemas dengan pendekatan yang dekat dengan dunia anak, mulai dari permainan “Tepuk Ekspresi”, pengenalan emosi dasar, hingga Telepathy Challenge. Salah satu sesi yang mendapat perhatian adalah Curhat Anonim, yang memberikan ruang aman bagi siswa untuk menuliskan berbagai kecemasan, ketakutan, maupun persoalan yang mereka hadapi terkait sekolah, pertemanan, dan keluarga tanpa harus menyebutkan identitas.
Pendekatan tersebut tidak hanya membuka ruang bagi siswa untuk mengekspresikan perasaan, tetapi juga meningkatkan pemahaman mereka mengenai kesehatan mental. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata nilai pengetahuan meningkat dari 52 menjadi 80, atau naik 53,85 persen setelah edukasi. Untuk menjaga keberlanjutan pesan kesehatan mental, mahasiswa juga memasang poster edukasi di sejumlah titik strategis sekolah agar informasi mengenai kesehatan jiwa dapat terus diakses siswa dan warga sekolah.
Edukasi kesehatan mental sejak usia sekolah menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga mampu mengenali dan mengelola kondisi emosionalnya. Inisiatif TAMASYA tersebut mendukung SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kesehatan mental anak serta SDGs 4: Pendidikan Berkualitas melalui penciptaan lingkungan belajar yang lebih inklusif, aman, dan mendukung perkembangan peserta didik.
#UNNESSDGs03 #UNNESSDGs04




