Semarang — Sebanyak 120 guru Sosiologi dari seluruh Jawa Tengah mengikuti Workshop Penguatan Kompetensi dan Strategi Guru Sosiologi Menyongsong Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026) yang digelar melalui kerja sama Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi FISIP Universitas Negeri Semarang (UNNES) dengan MGMP Sosiologi Jawa Tengah, Jumat (11/9/2026) di Aula Gedung C1 Lantai 3 FISIP.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–11.00 WIB tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan 25 tahun Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi FISIP UNNES. Workshop dirancang untuk memperkuat kompetensi guru dalam menghadapi pelaksanaan TKA 2026, khususnya melalui pemahaman karakteristik soal, pemetaan materi, serta strategi penyusunan latihan soal Sosiologi.
Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FISIP UNNES, Prof. Dr. Arif Purnomo, S.Pd., S.S., M.Pd. Kehadiran guru dari berbagai wilayah di Jawa Tengah menjadi bagian penting dalam memperluas ruang berbagi pengalaman dan memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dengan komunitas profesi guru.
Workshop menghadirkan dua narasumber, yakni Harto Wicaksono, S.Pd., M.A., dosen Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi FISIP UNNES, serta Dr. Endah Septiani, S.Pd., M.Pd., Sekretaris MGMP Sosiologi Jawa Tengah. Keduanya membekali peserta dengan materi yang berorientasi pada kebutuhan praktis guru dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi TKA.
Materi pertama berfokus pada bedah soal dan tips serta trik menghadapi TKA Sosiologi. Peserta diajak memahami pola dan karakteristik soal sekaligus mengembangkan strategi yang dapat digunakan untuk membantu siswa menghadapi evaluasi akademik secara lebih terarah.
Selain itu, peserta mendapatkan materi mengenai pemetaan kisi-kisi dan penyusunan latihan soal TKA Sosiologi. Pemetaan tersebut menjadi langkah penting agar guru dapat menyusun latihan yang sesuai dengan cakupan materi dan kompetensi yang perlu dikuasai peserta didik.
Kerja sama antara Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi FISIP UNNES dengan MGMP Sosiologi Jawa Tengah menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam memperkuat kualitas pembelajaran. Perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui pengembangan pengetahuan akademik dan strategi pembelajaran, sementara guru memberikan pengalaman praktis mengenai kebutuhan pembelajaran di lapangan.
Workshop ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat peran guru sebagai aktor utama dalam peningkatan kualitas pendidikan. Penguatan kompetensi guru tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami materi dan soal, tetapi juga dengan kapasitas merancang pembelajaran dan asesmen yang mampu mengembangkan kemampuan akademik peserta didik secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi pendidik dan penguatan kualitas proses pembelajaran. Kolaborasi antara FISIP UNNES dan MGMP Sosiologi Jawa Tengah juga mencerminkan semangat SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan membangun sinergi antarlembaga untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan.
Melalui workshop ini, FISIP UNNES dan MGMP Sosiologi Jawa Tengah memperkuat komitmen bersama untuk mempersiapkan guru menghadapi perubahan dan tuntutan asesmen pendidikan. Momentum 25 tahun Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi tidak hanya menjadi refleksi perjalanan akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk memperluas kontribusi program studi dalam meningkatkan kapasitas guru dan kualitas pendidikan Sosiologi di Jawa Tengah.







