Semarang – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyambut tiga mahasiswa internasional yang akan menempuh pendidikan pada Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS), jenjang Magister (S2) pada Rabu, 19 Agustus 2026. Kehadiran mahasiswa internasional tersebut menjadi bagian dari upaya FISIP UNNES memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi.
Ketiga mahasiswa internasional tersebut berasal dari Tanzania dan Myanmar dengan latar belakang akademik yang beragam. Kehadiran mereka di Program Studi Pendidikan IPS diharapkan dapat memperkaya lingkungan akademik melalui interaksi lintas budaya, pertukaran pengetahuan, serta perspektif dari berbagai latar belakang sosial dan pendidikan.
Ketiga mahasiswa tersebut adalah Faith Moses Mwita dari University of Dar es Salaam, Tanzania, yang memiliki gelar Bachelor of Arts in Mass Communication; Mary Htu Lung dari Lashio University, Northern Shan State, Myanmar, dengan latar belakang pendidikan Bachelor of Arts in English; serta Khun Tun Tun Naing dari University of Hpa-An, Kayin State, Myanmar, yang memiliki gelar Bachelor of Science (Chemistry) serta Diploma in Community Leadership and Social Studies.
Ketiganya diterima oleh Dr. Sos. Puji Lestari, M.Si., Wakil Dekan III Bidang Bisnis, Riset, dan Kerja Sama FISIP UNNES, bersama Dr. Hamdan Tri Atmaja, M.Pd., Koordinator Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, S2.

Penerimaan mahasiswa internasional tersebut berlangsung di Ruang Wakil Dekan III, Gedung Prof. A.T. Soegito Lantai 2, FISIP UNNES. Pertemuan tersebut menjadi momentum penyambutan sekaligus pengenalan awal bagi mahasiswa internasional terhadap lingkungan akademik FISIP UNNES.
Kehadiran mahasiswa dari negara dan latar belakang akademik yang berbeda menunjukkan semakin terbukanya lingkungan pendidikan tinggi FISIP UNNES terhadap pengalaman akademik internasional. Keberadaan mereka dalam Program Studi Pendidikan IPS juga membuka peluang terjadinya interaksi akademik antara mahasiswa dan dosen yang melampaui batas negara dan budaya.
Keragaman latar belakang ketiga mahasiswa tersebut juga relevan dengan karakter pendidikan IPS yang bersifat multidisipliner. Pengalaman akademik mereka di bidang komunikasi massa, bahasa Inggris, kimia, kepemimpinan masyarakat, dan ilmu sosial dapat memberikan perspektif yang beragam dalam proses diskusi maupun kegiatan akademik selama menempuh pendidikan.
Bagi FISIP UNNES, kehadiran mahasiswa internasional tidak sekadar menjadi indikator mobilitas mahasiswa internasional, tetapi juga merupakan bagian dari upaya membangun lingkungan akademik yang inklusif dan berorientasi global. Interaksi antara mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya dapat mendorong tumbuhnya pemahaman lintas budaya, kompetensi interkultural, serta penghargaan terhadap keberagaman.
Kegiatan tersebut juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Kehadiran mahasiswa internasional berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif dan terhubung secara global, sekaligus memperluas kesempatan untuk pertukaran pengetahuan dan pembelajaran lintas budaya.
Selain itu, kegiatan ini turut mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, terutama melalui penguatan jejaring akademik dan kerja sama internasional. Latar belakang pendidikan mahasiswa yang berasal dari universitas di Tanzania dan Myanmar menunjukkan adanya peluang untuk memperluas hubungan akademik antara FISIP UNNES dan perguruan tinggi di berbagai negara.
Melalui penyambutan tiga mahasiswa internasional tersebut, FISIP UNNES terus memperkuat komitmennya dalam membangun lingkungan pendidikan tinggi yang terbuka terhadap kerja sama internasional, keberagaman budaya, dan pertukaran pengetahuan. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkaya pengalaman akademik sekaligus memperkuat peran FISIP UNNES dalam mendorong internasionalisasi dan pembangunan pendidikan tinggi yang berkelanjutan.




