Ini Cara Membuat Prompt AI agar Efektif

Kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) semakin dekat dengan aktivitas sehari-hari, termasuk pekerjaan. Namun, kemampuan memanfaatkan AI tidak semata-mata ditentukan oleh aplikasi yang digunakan. Cara seseorang memberikan instruksi atau prompt turut menentukan kualitas jawaban yang dihasilkan.

Hal tersebut menjadi salah satu bekal yang diberikan kepada 173 lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang akan diwisuda pada Agustus 2026. Mereka mendapat pembekalan pemanfaatan AI untuk membantu berbagai aktivitas kerja setelah meninggalkan bangku perguruan tinggi.

Pembekalan diberikan dalam kegiatan pelepasan lulusan FISIP UNNES yang berlangsung di Aula FISIP UNNES, Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang, Jumat (7/8/2026). Senior Learning Consultant at REFO, Gusman Adi, menjelaskan bahwa salah satu kemampuan dasar yang perlu dikuasai ketika menggunakan AI adalah membuat perintah yang jelas.

Perintah yang baik perlu memberikan konteks sehingga AI dapat memahami kebutuhan pengguna. “Persona, Aim, Recipients, Theme, Structure,” ujar Gusman Adi ketika menjelaskan unsur yang dapat digunakan untuk menyusun prompt yang lebih baik.

Bagi pengguna awam, lima istilah tersebut sebenarnya dapat disederhanakan menjadi lima pertanyaan: AI harus berperan sebagai siapa, apa tujuannya, untuk siapa hasilnya, apa yang dibahas, dan hasil akhirnya ingin dibuat dalam bentuk apa.

Tahap pertama adalah menentukan persona atau peran. Pengguna perlu menjelaskan AI harus bertindak sebagai siapa. Misalnya, “Anda adalah konsultan karier” atau “Anda adalah dosen yang berpengalaman dalam pembelajaran IPS”. Langkah ini membantu memberikan konteks kepada AI mengenai sudut pandang yang diharapkan.

Tahap berikutnya adalah menentukan aim atau tujuan. Pengguna perlu menjelaskan apa yang ingin dicapai. Jangan hanya menulis, “Buatkan CV”. Lebih baik menjelaskan bahwa CV tersebut digunakan untuk melamar posisi tertentu.

Selanjutnya adalah recipients atau penerima. Hasil yang dibuat untuk mahasiswa tentu berbeda dengan hasil yang ditujukan kepada perusahaan, siswa sekolah, pimpinan, atau masyarakat umum. Karena itu, pengguna perlu menyebutkan siapa yang akan membaca atau menggunakan hasil tersebut.

Kemudian pengguna menentukan theme atau tema, yakni pokok persoalan yang ingin dibahas. Semakin spesifik tema yang diberikan, semakin terarah pula pekerjaan AI.

Tahap terakhir adalah menentukan structure atau struktur. Pengguna perlu menentukan bentuk keluaran yang diinginkan, apakah berupa paragraf, tabel, daftar, presentasi, pertanyaan, surat, CV, atau bentuk lainnya.

Gusman menjelaskan, “Sebutkan peranmu dalam kaitannya dengan tugas yang diperintahkan.” Ia juga menekankan pentingnya tujuan yang jelas karena tujuan tersebut membantu AI menghasilkan jawaban yang lebih terfokus.

Perbedaan antara prompt sederhana dan prompt yang lebih efektif dapat dilihat ketika seseorang ingin menggunakan AI untuk mencari pekerjaan.

Prompt sederhana, misalnya, “Buatkan CV untuk saya.” Perintah tersebut terlalu umum karena AI belum mengetahui siapa pengguna, pekerjaan apa yang dituju, pengalaman apa yang dimiliki, maupun bentuk CV yang diinginkan.

Perintah tersebut dapat dikembangkan menjadi: “Anda adalah konsultan karier. Saya lulusan S1 Pendidikan PPKn yang sedang mencari pekerjaan sebagai staf administrasi atau program officer. Saya memiliki pengalaman organisasi, mengelola kegiatan, membuat laporan, dan menggunakan aplikasi digital. Buatkan CV satu halaman yang profesional dan sesuai dengan posisi tersebut.

Gunakan bahasa Indonesia formal. Tonjolkan kompetensi yang relevan berdasarkan informasi yang saya berikan dan jangan menambahkan pengalaman yang tidak saya miliki. Prompt tersebut lebih lengkap karena AI memperoleh informasi mengenai peran, tujuan, latar belakang pengguna, tema, serta bentuk hasil yang diinginkan.

Untuk mencari pekerjaan, perintah tersebut bahkan dapat dikembangkan dengan memasukkan informasi dari sebuah iklan lowongan. “Bandingkan persyaratan lowongan berikut dengan kompetensi dan pengalaman saya. Identifikasi lima kompetensi yang paling relevan, kemudian sarankan bagian CV yang perlu saya tonjolkan. Jangan membuat pengalaman baru yang tidak saya miliki.”

Dengan cara itu, AI tidak hanya digunakan untuk membuat CV, tetapi juga dapat menjadi alat untuk menganalisis kebutuhan pekerjaan dan membantu menyesuaikan dokumen lamaran.

Syahin Muhammad Alhadi, lulusan S2 Pendidikan IPS, menilai AI dapat membantu pekerjaan yang berkaitan dengan manajerial, inovasi, penyusunan konsep, pembuatan soal, serta pengembangan media pembelajaran. Menurut dia, memasuki abad ke-21, AI dapat membuat sejumlah pekerjaan menjadi lebih sederhana, terutama ketika seseorang harus mengembangkan ide dan menghasilkan berbagai bentuk materi.

Sementara itu, Febrina Rohmatul Cholifah, lulusan PPKn, melihat AI sebagai salah satu alat pendukung dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Sertifikasi internasional yang dimiliki, misalnya, dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari CV ketika melamar pekerjaan.

Ia juga menggunakan AI seperti Gemini dan GPT untuk membantu mengembangkan argumen. Namun, AI menurutnya lebih tepat digunakan sebagai alat bantu untuk mengembangkan gagasan, bukan menggantikan pemikiran pengguna.

Pandangan serupa disampaikan Kemla Khoeronisa dari Ilmu Sejarah. Pemanfaatan AI, menurut dia, dapat membantu membuat dokumen yang lebih profesional untuk kebutuhan melamar pekerjaan serta mendukung kegiatan yang membutuhkan analisis dan riset.

Bagi lulusan baru, kemampuan membuat prompt dapat digunakan dalam berbagai aktivitas setelah memasuki dunia kerja. Untuk membuat surat lamaran, misalnya, pengguna dapat memberikan perintah kepada AI sebagai konsultan karier, menjelaskan posisi yang dituju, pengalaman yang dimiliki, kemudian meminta surat lamaran dengan jumlah kata dan gaya bahasa tertentu.

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy

At unnes.ac.id, the privacy of our visitors is of extreme importance to us. This privacy policy document outlines the types of personal information that is received and collected by unnes.ac.id and how it is used.

Log Files

Like many other Web sites, unnes.ac.id makes use of log files. The information inside the log files includes internet protocol (IP) addresses, type of browser, Internet Service Provider (ISP), date/time stamp, referring/exit pages, and number of clicks to analyze trends, administer the site, track user’s movement around the site, and gather demographic information. IP addresses and other such information are not linked to any information that is personally identifiable.

Cookies

unnes.ac.id uses cookies to store information about visitors’ preferences, to record user-specific information on which pages the site visitor accesses or visits, and to personalize or customize our web page content based upon visitors’ browser type or other information that the visitor sends via their browser.

Third-party ad servers or ad networks use technology in their respective advertisements and links that appear on unnes.ac.id and which are sent directly to your browser. They automatically receive your IP address when this occurs. Other technologies (such as cookies, JavaScript, or Web Beacons) may also be used by our site’s third-party ad networks to measure the effectiveness of their advertising campaigns and/or to personalize the advertising content that you see on the site.

unnes.ac.id has no access to or control over these cookies that are used by third-party advertisers.

You should consult the respective privacy policies of these third-party ad servers for more detailed information on their practices as well as for instructions about how to opt-out of certain practices. unnes.ac.id’s privacy policy does not apply to, and we cannot control the activities of, such other advertisers or web sites.

If you wish to disable cookies, you may do so through your individual browser options. More detailed information about cookie management with specific web browsers can be found at the browsers’ respective websites.

Consent

By using our website, you hereby consent to our privacy policy and agree to its terms.

Update

This Privacy Policy was last updated on: 2023-02-14. Should we update, amend or make any changes to our privacy policy, those changes will be posted here.

Contact Us

If you have any questions, comments, or concerns about our Privacy Policy or our practices with regards to your personal information, please feel free to contact us through the contact form on our website or by emailing us at humas[at]mail.unnes.ac.id.

This Privacy Policy is intended as a general guide to our practices in collecting and using information. If there is any inconsistency between this Privacy Policy and the terms of the Service Agreement or any other terms that may apply to specific services you use, then those specific service terms shall apply.

Terms of Use

By using our website, you agree to abide by this Privacy Policy. If you do not agree with this Privacy Policy, please do not use our website. We reserve the right to update this Privacy Policy from time to time without prior notice. Please review our Privacy Policy periodically to check for changes. Your continued use of our website following the posting of changes to this Privacy Policy means that you accept the changes.

Thank you for reading our Privacy Policy. We are committed to protecting the privacy of our website visitors and will continue to update our Privacy Policy to ensure optimal protection.