Surakarta – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Semarang (UNNES). Tim mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi yang terdiri atas Denika Riza Angelin, Irwin Ardiansyah Hartanto, dan Abyan Akhtar berhasil meraih Juara I Lomba Video Dokumenter melalui karya berjudul “Di antara Harapan dan Ketidakpastian” pada Kompetisi Nasional Mahasiswa Asosiasi Prodi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Indonesia (APPSANTI) x CARVENOS 2026.
Penghargaan tersebut diumumkan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, dalam rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional Asosiasi Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Indonesia (APPSANTI) yang diselenggarakan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta. Kompetisi ini mempertemukan mahasiswa Pendidikan Sosiologi dan Antropologi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menampilkan karya-karya kreatif yang mengangkat berbagai isu sosial melalui media dokumenter.
Keberhasilan tim FISIP UNNES merupakan hasil dari proses kreatif yang menggabungkan perspektif sosiologis, kemampuan riset, serta keterampilan komunikasi visual dalam menyampaikan realitas sosial secara kritis dan humanis. Melalui video dokumenter “Di antara Harapan dan Ketidakpastian”, tim berupaya menghadirkan potret kehidupan masyarakat yang menggugah empati sekaligus mengajak publik untuk memahami berbagai dinamika sosial yang dihadapi kelompok-kelompok rentan.
Prestasi tersebut diraih di bawah bimbingan Amrin Ma’ruf, S.Pd., M.Pd., yang mendampingi mahasiswa sejak tahap penyusunan konsep, penguatan substansi, hingga penyempurnaan teknik penyajian dokumenter. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari komitmen Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi FISIP UNNES dalam mengembangkan kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran berbasis riset, kreativitas, dan kepedulian sosial.
Amrin Ma’ruf menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras tim mahasiswa selama mengikuti kompetisi. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mengintegrasikan keilmuan sosiologi dan antropologi dengan media digital untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai akademik sekaligus dampak sosial.
“Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya mampu memahami teori-teori sosial, tetapi juga dapat menerjemahkannya menjadi karya kreatif yang menyuarakan realitas masyarakat. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi melalui ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Keberhasilan ini semakin memperkuat budaya akademik yang berorientasi pada inovasi, kolaborasi, dan kepedulian sosial di lingkungan FISIP UNNES. Selain menjadi kebanggaan bagi Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, capaian tersebut juga menunjukkan bahwa mahasiswa mampu bersaing di tingkat nasional melalui karya yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan keilmuan.
Prestasi ini sejalan dengan komitmen Universitas Negeri Semarang dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Karya dokumenter yang mengangkat berbagai persoalan sosial berkontribusi terhadap SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kompetensi akademik, literasi digital, dan kreativitas mahasiswa. Selain itu, tema yang diangkat mendukung SDG 10 (Reduced Inequalities) dengan meningkatkan kepedulian terhadap kelompok-kelompok yang menghadapi ketimpangan sosial, serta SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui penguatan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu keadilan sosial, hak asasi manusia, dan kehidupan yang inklusif. Kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan APPSANTI juga mencerminkan implementasi SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan jejaring akademik nasional dalam mengembangkan pendidikan sosiologi dan antropologi yang inovatif dan berdampak bagi masyarakat. Melalui prestasi ini, mahasiswa FISIP UNNES kembali menunjukkan bahwa karya ilmiah dan media kreatif dapat menjadi sarana efektif untuk membangun kesadaran sosial sekaligus mendorong perubahan yang positif bagi masyarakat.




