Semarang – Sebanyak 13 mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengikuti Program GIAT Internasional VI yang diselenggarakan di Universiti Teknologi Malaysia (UTM) selama 15 hari, mulai 28 Juli hingga 11 Agustus 2026. Program internasional ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang telah direkognisi sebagai mata kuliah Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP).
Mahasiswa yang mengikuti program tersebut terdiri atas Jill Charissa Nurul Farhanisya, Ina Budiasti, Kezia Gloria Nababan, Alia Mufidah Rahmah, Muhammad Bhakti Afani, Mutiara Ningrum, Novan Denis Hardinata, Alya Ifanka, Afzi Auda Fatiroh, Muhammad Hendrie Fauzan, Laras Destri Ananda, Chantiqa Nurul Nisa Dharma Putri, dan Ahda Sabila. Selama berada di Malaysia, para peserta akan terlibat dalam berbagai kegiatan akademik, pengabdian kepada masyarakat, pertukaran budaya, hingga konservasi lingkungan bersama sivitas akademika Universiti Teknologi Malaysia.
Program GIAT Internasional VI dirancang sebagai wadah untuk memperkuat kompetensi global mahasiswa melalui kolaborasi lintas negara. Berbagai kegiatan telah disiapkan, di antaranya Program Khidmat Komuniti di Kalumpang dan Kuala Lumpur, eksplorasi budaya dan warisan, kelas bahasa, workshop kerajinan, pelatihan kuliner tradisional, konservasi lingkungan, hingga pameran dan Closing Ceremony yang menampilkan hasil kolaborasi mahasiswa Indonesia dan Malaysia.
Pada 1 Agustus 2026, mahasiswa akan memperkenalkan kekayaan budaya Kota Semarang melalui kegiatan “All About Semarang”, yang meliputi workshop dan sesi mencicipi makanan khas Semarang, serta workshop pembuatan kipas batik. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan identitas budaya Indonesia kepada masyarakat dan mahasiswa Malaysia melalui pendekatan yang interaktif dan edukatif.
Selanjutnya, pada 2 Agustus 2026, peserta akan menyelenggarakan Workshop Pembuatan Batik Jumputan serta memperkenalkan berbagai permainan tradisional Indonesia kepada masyarakat Kuala Lumpur. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya memperkenalkan warisan budaya Indonesia sekaligus membangun interaksi sosial lintas budaya yang mempererat hubungan masyarakat kedua negara.
Program eksplorasi budaya berlanjut pada 3 Agustus 2026 melalui kelas bahasa dan workshop pembuatan suvenir berbahan tutup botol, yang menjadi media pembelajaran kreatif mengenai bahasa, budaya, serta pemanfaatan kembali limbah sederhana menjadi produk bernilai guna. Sehari berikutnya, mahasiswa akan mengadakan workshop makanan dan minuman tradisional Indonesia, seperti jamu, pecel, dan gethuk, sebagai bentuk promosi kekayaan kuliner Nusantara sekaligus memperkenalkan filosofi budaya yang melekat pada setiap sajian tradisional.
Selain mengangkat aspek budaya, GIAT Internasional VI juga memberikan perhatian terhadap isu keberlanjutan lingkungan. Pada 9 Agustus 2026, mahasiswa akan mengikuti Program Khidmat Komuniti melalui kegiatan konservasi pembuatan arang briket, yang bertujuan mengenalkan alternatif pemanfaatan limbah biomassa menjadi energi ramah lingkungan. Program tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempelajari praktik-praktik keberlanjutan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap isu lingkungan global.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, mahasiswa UNNES akan berpartisipasi dalam Majlis Penutup dan Pameran pada 8 Agustus 2026, dengan menampilkan berbagai hasil kegiatan serta pertunjukan budaya Indonesia. Penampilan tersebut menjadi simbol eratnya persahabatan, kolaborasi akademik, dan pertukaran budaya antara Universitas Negeri Semarang dan Universiti Teknologi Malaysia.
Partisipasi mahasiswa Pendidikan Sosiologi dan Antropologi FISIP UNNES dalam GIAT Internasional VI mencerminkan komitmen program studi dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki wawasan global, kompetensi lintas budaya, serta kemampuan berkolaborasi di tingkat internasional. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan sivitas akademika Malaysia, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan komunikasi antarbudaya, kepemimpinan, serta sensitivitas sosial yang menjadi bekal penting sebagai calon pendidik dan ilmuwan sosial.
Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen Universitas Negeri Semarang dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Program GIAT Internasional VI berkontribusi terhadap SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran berbasis pengalaman internasional dan penguatan kompetensi global mahasiswa. Kegiatan pertukaran budaya dan promosi warisan budaya Indonesia mendukung SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui pelestarian budaya lokal dan penguatan identitas budaya. Program konservasi pembuatan arang briket turut mendukung SDG 13 (Climate Action) melalui edukasi mengenai pemanfaatan energi alternatif dan kepedulian terhadap lingkungan. Selain itu, kolaborasi antara UNNES dan Universiti Teknologi Malaysia menjadi implementasi nyata SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan jejaring akademik internasional, mobilitas mahasiswa, dan kerja sama lintas negara dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berkelanjutan.




