Bangkok, Thailand – Universitas Negeri Semarang (UNNES) terus memperluas kiprahnya di tingkat internasional melalui program pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan Indonesia di luar negeri. Pada 10 Juni 2026, tim dosen lintas fakultas UNNES yang dipimpin oleh Prof. Dr. Heri Tjahjono, M.Si. menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Penguatan Kompetensi Guru sebagai School Counselor Partner pada Sekolah Indonesia di Bangkok, Thailand” di Sekolah Indonesia Bangkok (SIB), Thailand. Kegiatan ini diikuti oleh 20 guru SIB serta melibatkan delapan dosen perwakilan dari delapan fakultas di UNNES, yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), serta Fakultas Hukum (FH).
Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas guru dalam menjalankan peran sebagai school counselor partner, yaitu guru yang memiliki kemampuan dasar dalam mengenali, mendampingi, dan memberikan penanganan awal terhadap berbagai persoalan psikologis maupun sosial yang dihadapi peserta didik. Melalui penguatan kompetensi tersebut, kegiatan ini menargetkan peningkatan keterampilan konseling dasar bagi guru, tersedianya sistem deteksi dini terhadap masalah emosional siswa, terbentuknya mekanisme rujukan yang lebih jelas, serta meningkatnya kesejahteraan psikologis peserta didik di lingkungan Sekolah Indonesia Bangkok.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Panitia, Prof. Dr. Heri Tjahjono, M.Si., yang menegaskan pentingnya kolaborasi antarlembaga pendidikan dalam menghadirkan layanan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga memperhatikan kesehatan mental dan perkembangan sosial-emosional peserta didik. Selanjutnya, Kepala Sekolah Indonesia Bangkok, Maria Victoria, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim dosen UNNES yang membawa pengalaman, keahlian, serta praktik-praktik terbaik dalam bidang layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Memasuki sesi inti, narasumber utama Kusnarto Kurniawan, M.Pd. Kons. memandu peserta melalui rangkaian kegiatan yang meliputi apersepsi, pemaparan materi mengenai keterampilan dasar konseling, diskusi interaktif, hingga bedah kasus yang diangkat dari pengalaman nyata para guru di Sekolah Indonesia Bangkok. Para peserta secara aktif mengemukakan berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam mendampingi siswa, mulai dari masalah adaptasi belajar, kesulitan emosional, hingga dinamika sosial yang muncul pada lingkungan sekolah Indonesia di luar negeri. Diskusi berlangsung dinamis karena setiap kasus dianalisis bersama untuk menemukan alternatif solusi yang aplikatif dan sesuai dengan konteks pendidikan internasional.
Ketua tim pengabdian, Prof. Dr. Heri Tjahjono, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UNNES dalam memperkuat kapasitas guru sebagai mitra strategis layanan konseling di sekolah. Menurutnya, guru merupakan pihak yang paling dekat dengan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari sehingga memiliki peran penting dalam mendeteksi berbagai persoalan sejak dini. “Melalui program pengabdian masyarakat ini, kami ingin meningkatkan kompetensi guru sebagai partner konselor di sekolah sehingga mereka memiliki bekal untuk memberikan pendampingan awal kepada peserta didik sekaligus membangun sistem dukungan psikologis yang lebih komprehensif,” ujarnya.
Sebagai bentuk tindak lanjut, tim pengabdian menyerahkan Buku Panduan Observasi dan Perilaku Siswa kepada Sekolah Indonesia Bangkok sebagai referensi dalam pelaksanaan pendampingan siswa di lingkungan sekolah. Selain itu, kedua institusi juga bersepakat untuk mengembangkan jaringan konselor daring (online counseling network) antara UNNES dan Sekolah Indonesia Bangkok. Jejaring ini diharapkan menjadi media konsultasi dan pendampingan berkelanjutan sehingga guru dapat memperoleh dukungan akademik maupun profesional dalam menangani berbagai persoalan peserta didik di masa mendatang.
Kepala Sekolah Indonesia Bangkok, Maria Victoria, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi guru di sekolah Indonesia luar negeri, terutama dalam mendampingi siswa yang berasal dari beragam latar belakang budaya dan lingkungan keluarga. “Kami mengucapkan terima kasih kepada tim dosen UNNES atas ilmu, pengalaman, dan pendampingan yang telah diberikan. Pelatihan ini membuka wawasan baru bagi para guru dalam memahami kebutuhan psikologis peserta didik serta memberikan bekal yang sangat bermanfaat untuk memperkuat layanan pendidikan di Sekolah Indonesia Bangkok. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut melalui program pendampingan dan konsultasi yang berkesinambungan,” ungkapnya.
Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini mencerminkan komitmen UNNES dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini berkontribusi terhadap SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penguatan layanan kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis peserta didik, SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kompetensi profesional guru dalam memberikan layanan pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada perkembangan siswa secara holistik, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan internasional antara UNNES dan Sekolah Indonesia Bangkok dalam mengembangkan sistem pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi lintas negara ini, UNNES kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun jejaring global untuk menghadirkan inovasi pendidikan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri.







