Di Desa Karangpakis, pengembangan ekonomi lokal tidak hanya berbicara tentang bagaimana usaha kecil tumbuh. Ia juga menyangkut bagaimana masyarakat menyiapkan diri menghadapi risiko bencana.
Gagasan itu menjadi dasar kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan tim Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang (FISIP UNNES) bersama Pemerintah Desa Karangpakis, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, pada 2 Juli 2026.
Kegiatan yang dipimpin oleh Aprillia Findayani tersebut melibatkan sekitar 70 peserta, terdiri atas pelaku UMKM, perangkat desa, dan masyarakat setempat.
Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat kesiapsiagaan terhadap risiko bencana.
“Penguatan ekonomi lokal akan lebih berkelanjutan apabila dikembangkan sejalan dengan peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana,” kata Aprillia.
Menurutnya, pengembangan desa wisata tidak cukup hanya bergantung pada daya tarik lokal dan aktivitas ekonomi. Ketangguhan masyarakat juga menjadi bagian penting agar pertumbuhan ekonomi dapat bertahan dalam jangka panjang.
Melalui kegiatan tersebut, peserta mengikuti sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan mengenai pengembangan UMKM, penguatan kelembagaan desa, peningkatan kualitas produk, strategi branding, serta pemasaran digital.
Materi kesiapsiagaan bencana juga menjadi bagian dari program, terutama dalam kaitannya dengan pengembangan desa wisata yang aman dan berkelanjutan.
Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat dalam diskusi, praktik, dan pendampingan yang dirancang agar pengetahuan yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam pengelolaan usaha dan kegiatan desa.
Bagi pelaku UMKM, penguatan branding dan pemasaran menjadi penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Sementara bagi pemerintah desa dan masyarakat, pemahaman terhadap risiko bencana menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih aman bagi warga maupun pengunjung.
“Melalui kegiatan ini kami berharap Desa Karangpakis mampu menjadi desa wisata yang produktif, tangguh, dan berkelanjutan,” ujar Aprillia.
Pemerintah Desa Karangpakis menilai kegiatan tersebut memberikan perspektif baru bagi masyarakat, terutama dalam melihat hubungan antara pengembangan usaha dan kesiapsiagaan bencana.
“Kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, mengenai pengembangan usaha dan pentingnya kesiapsiagaan bencana,” kata perwakilan Pemerintah Desa Karangpakis.
Pihak desa juga berharap kerja sama dengan Universitas Negeri Semarang dapat terus berlanjut untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pembangunan desa.



