SEMARANG – Dalam rangka melaksanakan pilar Tridarma Perguruan Tinggi, dosen Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES), Drs. Tijan, M.Si., sukses menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung pada 10 Mei 2026 bertempat di Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNNES ini mengangkat judul: “Penguatan Manajemen Pasukan Pramuka Penggalang Berbasis AI sebagai Strategi Adaptasi Pendidikan Kepramukaan bagi Generasi Alfa di Kwartir Cabang Kota Semarang.”
Acara ini diberikan sambutan oleh Bapak Andi Suhardiyanto, S.Pd., M.Si. selaku Koordinator Program Studi PPKN UNNES. Dan dibuka dibuka secara resmi oleh Bapak Ponco Wijayanto S.Pd., M.Pd., selaku Sekretaris Kwartir Cabang Kota Semarang Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh kepramukaan terkemuka, di antaranya Dr. Sunarto, S.H., M.H. dan Drs. Sriyono, M.Si.
Pelatihan ini menghadirkan serangkaian pembicara yang berkompeten di bidangnya untuk memberikan bekal inovatif bagi para peserta.
Sesi satu Bapak Noorochmat Isdaryanto, S.S., M.Si. memaparkan materi mengenai Integrasi AI dalam Manajemen Pembinaan Pramuka Penggalang di Gugus Depan SMP/MTS. Pada sesi dua Bapak Dr. Drs. Tijan, M.Si. menyampaikan tema krusial tentang Penyusunan Program Kerja Gugus Depan Penggalang SMP/MTS. Sesi berikutnya adalah penyampaian materi dan praktek yang di sampaikan Deva Dwi Deswitama dan Shifa Khairunisa yang memandu jalannya pelatihan Pembuatan Kelas Daring untuk Latihan Kepramukaan. Tidak hanya itu disesi terakhir adalah materi Pembelajaran praktis mengenai Pemanfaatan AI untuk Mengembangkan Kompetensi Peserta Didik yang dibawakan oleh Alvito Surya Nugraha dan Wazifun Abdullah.
Kegiatan ini ditujukan khusus bagi para guru pembina Pramuka SMP/MTS se-Kota Semarang yang mendapatkan surat tugas dari sekolah masing-masing untuk meningkatkan mutu pembinaan kepramukaan di era digital. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Sebagai bentuk apresiasi dan bekal lanjutan, setiap peserta yang hadir diberikan sebuah buku spesial berjudul “Scout Is Not Dead: Menghidupkan Kembali Ruh Pramuka dengan Bahasa Gen-Z”.
Buku panduan inovatif ini ditulis langsung oleh tim pakar, yaitu Drs. Tijan, M.Si., Noorochmat Isdaryanto, S.S., M.Si., Dr. Sunarto, S.H., M.H., Drs. Sriyono, M.Si., dan Dr. Wagiran, M.Hum. Buku ini diharapkan dapat menjadi kompas bagi para pembina dalam menanamkan nilai-nilai kepramukaan yang adaptif bagi Generasi Alfa.




