Menteri Kebudayaan Buka Pameran Arsip yang Didukung Prodi Ilmu Sejarah

Universitas Negeri Semarang > Faculty of Social Sciences and Political Science > Berita > Menteri Kebudayaan Buka Pameran Arsip yang Didukung Prodi Ilmu Sejarah

Lembaran perangko, kartu pos, uang kertas, hingga arsip administrasi masa perang menjadi jendela untuk memahami salah satu periode paling menentukan dalam sejarah Indonesia. Melalui benda-benda yang tersimpan selama puluhan tahun itu, publik diajak melihat bagaimana pemerintahan militer Jepang mengendalikan kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Indonesia pada masa pendudukan 1942–1945.

Pemahaman tersebut dihadirkan dalam pameran arsip sejarah Dalam Cengkeraman Saudara Tua: Jejak Pendudukan Jepang di Indonesia dalam Arsip Filateli 1941–1945 yang didukung Program Studi Ilmu Sejarah bekerja sama dengan Rumah Pohan di Kota Lama Semarang.

Pameran yang berlangsung di Rumah Pohan, Jalan Kepodang Nomor 64, itu dibuka Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon.“Dari filateli inilah kita bisa melihat salah satu episode perjalanan bangsa, terutama pada masa Jepang. Kita juga dapat memahami bagaimana pemerintahan Jepang menjalankan pendudukan dan penjajahannya secara sistematis dan keras,” ujar Fadli.

Pameran ini menghadirkan lebih dari 190 koleksi filateli dan arsip sejarah. Di antaranya enam seri perangko masa pendudukan Jepang, 26 lembar uang kertas, 87 koleksi postal history berupa kartu pos, amplop, cap sensor, dan dokumen pengiriman surat, serta sedikitnya 72 arsip yang menggambarkan berbagai aspek kehidupan masyarakat pada masa perang.

Di antara koleksi yang menarik perhatian adalah uang kertas yang diterbitkan pemerintah pendudukan Jepang serta kartu pos bergambar yang memperlihatkan bagaimana pemerintah militer membangun citra kekuasaannya di Hindia Belanda. Sejumlah perangko yang dipamerkan menampilkan simbol-simbol budaya Nusantara, seperti Candi Borobudur, wayang golek, dan rumah adat Minangkabau. Simbol-simbol tersebut menunjukkan upaya Jepang membangun kedekatan dengan masyarakat lokal sembari memperkuat legitimasi kekuasaannya.

Kekayaan koleksi semakin terlihat melalui delapan bingkai postal history yang menampilkan kartu pos dan cap sensor. Melalui benda-benda itu, pengunjung dapat melihat bagaimana sistem komunikasi masyarakat berada di bawah pengawasan ketat pemerintah militer Jepang. Sensor terhadap surat-menyurat menjadi bagian dari kontrol negara terhadap arus informasi pada masa perang.

Tidak hanya menampilkan benda filateli, pameran ini juga menghadirkan beragam arsip yang menggambarkan kehidupan masyarakat pada masa pendudukan. Pengunjung dapat melihat arsip administrasi perdagangan, administrasi sosial, dan pendidikan yang memperlihatkan bagaimana birokrasi kolonial Jepang bekerja hingga tingkat lokal. Sejumlah dokumen identitas penduduk, panduan menulis aksara Jepang, hingga surat izin pengemasan hasil perkebunan dari Semarang tahun 1944 turut melengkapi gambaran mengenai kehidupan sehari-hari masyarakat pada masa itu.

Koleksi lain yang menarik perhatian adalah arsip mengenai mantan Heiho, dokumen upah harian pekerja, surat izin menghisap opium, hingga sejumlah buku yang membahas Semarang dan pendudukan Jepang. Seluruh koleksi tersebut memperlihatkan bagaimana kebijakan Jepang menjangkau hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat, mulai dari ekonomi, pendidikan, budaya, hingga pengawasan sosial.

Salah satu bagian yang paling banyak menarik perhatian pengunjung adalah display mengenai kebijakan pangan selama masa pendudukan Jepang. Melalui arsip, foto, dan reproduksi majalah Djawa Baroe, pengunjung diajak memahami bagaimana sawah dan hasil pertanian menjadi bagian penting dari strategi perang Jepang di Asia Timur Raya.

Dosen Ilmu Sejarah, Bambang Rakhmanto, menjelaskan bahwa persoalan pangan pada masa pendudukan Jepang tidak semata-mata berkaitan dengan kebutuhan rakyat, melainkan juga menjadi instrumen logistik perang. “Bagi pemerintah militer Jepang, sawah tidak hanya menghasilkan makanan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sumber logistik untuk mendukung kepentingan perang. Karena itu produksi pangan diawasi secara ketat,” ujarnya.

Melalui propaganda yang diterbitkan dalam Djawa Baroe, petani digambarkan sebagai “pejuang pangan” yang memiliki tanggung jawab membantu memenangkan perang. Jepang memperkenalkan varietas unggul Padi Horai atau Penglai, mendorong peningkatan produksi, serta mengajarkan disiplin dalam merawat alat-alat pertanian. Namun di balik kampanye tersebut, terdapat kebijakan wajib serah padi yang mewajibkan petani menyerahkan sebagian hasil panennya kepada pemerintah.

Pengawasan pangan berlangsung hingga tingkat desa. Kepala desa atau kucho menjadi ujung tombak pengumpulan hasil panen yang selanjutnya didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan pemerintahan militer Jepang. Arsip yang ditampilkan menunjukkan bahwa sebagian besar produksi beras pada masa itu diarahkan untuk kepentingan perang, sementara masyarakat kerap menghadapi keterbatasan bahan pangan.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengaku tertarik pada bagian pameran yang mengangkat tema pangan. Menurutnya, tema tersebut memiliki kedekatan dengan kajian sejarah yang pernah ditekuninya.

“Ini menarik. Saya pernah meneliti soal pangan dalam perjuangan Indonesia, sehingga bagian ini memberikan perspektif yang sangat kaya tentang bagaimana pangan menjadi bagian dari sejarah perjuangan masyarakat,” katanya.

Bagi penyelenggara, pameran ini bukan sekadar menampilkan koleksi benda bersejarah, melainkan mengajak publik membaca kembali pengalaman masyarakat Indonesia selama masa pendudukan Jepang melalui sumber-sumber primer yang jarang ditemui. Dari perangko, uang kertas, kartu pos, hingga arsip administrasi, tersimpan kisah tentang propaganda, pengawasan negara, perjuangan ekonomi, dan daya tahan masyarakat dalam menghadapi masa perang.

Pameran Dalam Cengkeraman Saudara Tua berlangsung selama delapan hari, mulai 31 Mei hingga 7 Juni 2026. Pameran ini gratis terbuka untuk umum di Rumah Pohan, Kota Lama Semarang.

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy

At unnes.ac.id, the privacy of our visitors is of extreme importance to us. This privacy policy document outlines the types of personal information that is received and collected by unnes.ac.id and how it is used.

Log Files

Like many other Web sites, unnes.ac.id makes use of log files. The information inside the log files includes internet protocol (IP) addresses, type of browser, Internet Service Provider (ISP), date/time stamp, referring/exit pages, and number of clicks to analyze trends, administer the site, track user’s movement around the site, and gather demographic information. IP addresses and other such information are not linked to any information that is personally identifiable.

Cookies

unnes.ac.id uses cookies to store information about visitors’ preferences, to record user-specific information on which pages the site visitor accesses or visits, and to personalize or customize our web page content based upon visitors’ browser type or other information that the visitor sends via their browser.

Third-party ad servers or ad networks use technology in their respective advertisements and links that appear on unnes.ac.id and which are sent directly to your browser. They automatically receive your IP address when this occurs. Other technologies (such as cookies, JavaScript, or Web Beacons) may also be used by our site’s third-party ad networks to measure the effectiveness of their advertising campaigns and/or to personalize the advertising content that you see on the site.

unnes.ac.id has no access to or control over these cookies that are used by third-party advertisers.

You should consult the respective privacy policies of these third-party ad servers for more detailed information on their practices as well as for instructions about how to opt-out of certain practices. unnes.ac.id’s privacy policy does not apply to, and we cannot control the activities of, such other advertisers or web sites.

If you wish to disable cookies, you may do so through your individual browser options. More detailed information about cookie management with specific web browsers can be found at the browsers’ respective websites.

Consent

By using our website, you hereby consent to our privacy policy and agree to its terms.

Update

This Privacy Policy was last updated on: 2023-02-14. Should we update, amend or make any changes to our privacy policy, those changes will be posted here.

Contact Us

If you have any questions, comments, or concerns about our Privacy Policy or our practices with regards to your personal information, please feel free to contact us through the contact form on our website or by emailing us at humas[at]mail.unnes.ac.id.

This Privacy Policy is intended as a general guide to our practices in collecting and using information. If there is any inconsistency between this Privacy Policy and the terms of the Service Agreement or any other terms that may apply to specific services you use, then those specific service terms shall apply.

Terms of Use

By using our website, you agree to abide by this Privacy Policy. If you do not agree with this Privacy Policy, please do not use our website. We reserve the right to update this Privacy Policy from time to time without prior notice. Please review our Privacy Policy periodically to check for changes. Your continued use of our website following the posting of changes to this Privacy Policy means that you accept the changes.

Thank you for reading our Privacy Policy. We are committed to protecting the privacy of our website visitors and will continue to update our Privacy Policy to ensure optimal protection.