Tim tenis meja Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) berhasil menyapu bersih dua pertandingan pada fase penyisihan Grup C dalam kompetisi Dies Natalis ke-61 Universitas Negeri Semarang (UNNES). Namun, langkah mereka terhenti di babak delapan besar.
Pada pertandingan pertama, FISIP menang telak 5-0 atas Fakultas Bahasa dan Seni (FBS). Kemenangan serupa kembali diraih pada laga kedua saat menghadapi tim lembaga, dengan skor identik 5-0.
Dominasi tim FISIP yang diperkuat Mukhamad Shokheh dan rekan-rekannya tampak tak terbendung sepanjang fase grup. Permainan solid dan kekompakan tim menjadi kunci keberhasilan mereka melaju ke babak selanjutnya.
Mukhamad Shokheh mengatakan, kompetisi tenis meja ini tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga sarana menumbuhkan semangat sportivitas di kalangan pegawai.“Setiap tim yang bertanding saling mendukung dan memberikan semangat,” ujar Shokheh di lapangan tenis indoor UNNES, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Kamis, 16 April 2026.

Meski keluar sebagai juara grup, Shokheh mengakui persiapan tim belum maksimal. Ia menilai diperlukan pembenahan agar dapat meraih hasil lebih baik di masa mendatang.“Kami masih perlu persiapan yang lebih matang dengan anggota yang benar-benar siap agar target juara bisa tercapai,” kata Koordinator Program Studi Ilmu Sejarah tersebut.
Langkah FISIP akhirnya terhenti di babak delapan besar setelah kalah dari Fakultas Teknik dengan skor 3-1. Meski demikian, tim tetap menilai pencapaian ini sebagai hasil dari usaha maksimal.“Kontingen FISIP sudah berusaha maksimal hingga mencapai delapan besar. Sehat, bugar, dan bahagia menjadi tujuan utama, sedangkan juara adalah bonus,” ujarnya.
FISIP masih memiliki peluang meraih prestasi di cabang olahraga lain dalam rangkaian Dies Natalis ke-61 UNNES, seperti bola voli dan bulutangkis.




