Dua puluh hari menjelang pergantian tahun, dosen, tenaga kependidikan, dan petugas kebersihan FISIP UNNES menggelar kegiatan refleksi akhir tahun 2025. Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai tantangan yang akan dihadapi pada tahun 2026.
Salah satu dari sepuluh tantangan yang ditetapkan bagi para dosen tahun depan adalah kewajiban menerbitkan artikel pada jurnal internasional terindeks Scopus. “Setiap dosen diharapkan dapat menghasilkan satu artikel pada jurnal internasional terindeks Scopus, atau one lecturer one Scopus (OLOS),” ujar Dekan FISIP UNNES, Prof. Arif Purnomo, Kamis, 11 Desember 2025, di Aula C7, Sekaran, Gunungpati, Semarang.
Arif menegaskan bahwa 130 dosen FISIP tidak perlu khawatir mengenai pendanaan publikasi ilmiah internasional. “Universitas telah mengalokasikan dana publikasi internasional sebesar Rp15 miliar,” katanya.
Guru Besar Pendidikan IPS tersebut juga meminta para dosen memanfaatkan anggaran yang disediakan. “Universitas akan membiayai publikasi penelitian para dosen yang belum memperoleh pendanaan dari skema penelitian sebelumnya,” ujarnya.
Target tersebut diharapkan dapat meningkatkan peringkat UNNES di level internasional. Tantangan lain pada tahun depan antara lain persentase lulusan pendidikan tinggi dan vokasi yang langsung bekerja, melanjutkan pendidikan, atau berwirausaha dalam satu tahun setelah kelulusan. Selain itu, peningkatan jumlah dosen yang meraih rekognisi internasional serta keterlibatan UNNES dalam SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 17 (Kemitraan), dan dua SDGs lainnya sesuai bidang unggulan juga menjadi fokus.
Pada kesempatan tersebut, perwakilan mahasiswa turut menyampaikan harapan bagi FISIP di tahun 2026. “Meningkatkan sarana dan prasarana, serta kualitas pendidikan,” kata Andreas Wijaksono.
Menanggapi hal tersebut, Arif menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berupaya melengkapi fasilitas fakultas secara bertahap. “Saya juga mendorong para dosen untuk terus meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdiannya,” ujarnya.
UNNES juga berencana membuka lowongan untuk dosen non-PNS pada tahun 2026. Untuk FISIP, tersedia enam formasi, yakni pada Program Studi Geografi, Ilmu Komunikasi, dan Hubungan Internasional.




