Semarang — Dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa dari keluarga kurang mampu kembali diwujudkan melalui Beasiswa Keluarga Miskin Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Tahun 2025. Beasiswa tersebut diterima oleh RE Tegar Samudra, mahasiswa Program Studi Geografi jenjang S1 FISIP Universitas Negeri Semarang (UNNES).
Penyerahan beasiswa berlangsung pada 2 Desember 2025 di Ruang Dekan FISIP UNNES. Secara resmi, beasiswa diserahkan oleh Dekan FISIP UNNES Prof. Dr. Arif Purnomo, S.Pd., S.S., M.Pd. bersama Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. scient.med. Fadly Husain, S.Sos., M.Si.
RE Tegar Samudra sebagai penerima mendapatkan bantuan pendidikan sebesar Rp3.932.584,27. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan pendidikan mahasiswa sehingga proses perkuliahan dapat berlangsung secara lebih optimal.
Pemberian beasiswa keluarga miskin ini menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah dalam membantu mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi untuk tetap memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi. Bantuan pendidikan juga memiliki arti penting dalam menjaga keberlanjutan studi mahasiswa agar kondisi ekonomi keluarga tidak menjadi hambatan dalam menyelesaikan pendidikan.
Bagi lingkungan perguruan tinggi, dukungan semacam ini turut memperkuat upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif. Mahasiswa yang memperoleh bantuan dapat lebih fokus mengikuti kegiatan akademik dan mengembangkan kompetensi yang dimiliki selama menempuh pendidikan di FISIP UNNES.
Penyerahan beasiswa tersebut sekaligus mencerminkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam memperluas akses pendidikan tinggi. Melalui kolaborasi tersebut, bantuan pendidikan dapat diarahkan untuk memastikan mahasiswa dari kelompok ekonomi kurang mampu tetap memiliki kesempatan yang setara dalam memperoleh pendidikan dan mempersiapkan diri memasuki kehidupan profesional maupun sosial di masa mendatang.
Program ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui dukungan terhadap akses dan keberlanjutan pendidikan tinggi, serta SDG 10: Reduced Inequalities (Berkurangnya Kesenjangan) melalui upaya mengurangi hambatan ekonomi yang dapat membatasi kesempatan mahasiswa dalam memperoleh pendidikan.
Beasiswa Keluarga Miskin Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Tahun 2025 menjadi salah satu wujud nyata bahwa dukungan terhadap pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada upaya memastikan setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan dan membangun masa depan yang lebih baik.




