Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) SGL PGSD Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar Festival Podho Gelar Ngeremboko sebagai puncak pelaksanaan program Ngeremboko Aksoro di Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menampilkan hasil pendampingan masyarakat sekaligus memperkuat keberlanjutan program literasi dan pemberdayaan yang telah dilaksanakan selama beberapa bulan terakhir.
Festival yang diikuti 300 warga diawali dengan jalan sehat, dilanjutkan dengan wisuda peserta dari empat Pojok Literasi, penampilan tari anak hasil pendampingan, pelantikan kader kelembagaan Pojok Literasi, peresmian pojok baca, serta pameran hasil karya masyarakat dari masing-masing kelompok sasaran
Ketua Tim PPK Ormawa SGL PGSD UNNES menjelaskan, program Ngeremboko Aksoro mengusung konsep Kelurahan Cerdas melalui empat Pojok Literasi yang disesuaikan dengan kelompok usia masyarakat.
“Empat program tersebut meliputi Pojok Literasi Tunas Ngeremboko untuk anak-anak, Karya Ngeremboko untuk remaja, Cakra Ngeremboko untuk masyarakat usia produktif, dan Karsa Ngeremboko untuk lansia. Kader kelembagaan yang dilantik nantinya program ini tidak selesai ketika mahasiswa menyelesaikan kegiatan, tetapi ada masyarakat yang meneruskan sehingga dapat menjadi program yang berkelanjutan,” jelasnya.
Selama pelaksanaan program, Tim PPK Ormawa SGL PGSD UNNES telah melaksanakan sekitar 80 pertemuan di dua titik sasaran, yakni kawasan RW 9, 11, dan 12 serta kawasan RW 6, 7, dan 10 Kelurahan Podorejo.
Antusiasme masyarakat juga terlihat dari berbagai hasil karya yang dipamerkan dalam Festival Podho Gelar Ngeremboko. Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan literasi, tetapi juga diarahkan untuk mengembangkan life skill, edupreneur skill, ketahanan keluarga, serta peluang pendapatan masyarakat.
Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) UNNES Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Si mengapresiasi pelaksanaan program PPK Ormawa yang dinilai mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami sangat bangga dengan kegiatan yang diselenggarakan PPK Ormawa UNNES yang telah mengusung literasi dan ikut memajukan berbagai program yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Fakultas memberikan support, termasuk dukungan pembiayaan dan pembimbingan dari para dosen,” ungkapnya.
Menurutnya, salah satu aspek penting dalam program tersebut adalah pendampingan masyarakat usia produktif melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pendampingan tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat di Kelurahan Podorejo.
“Pada sasaran usia produktif, mereka dibina untuk pengembangan UMKM. Saya kira ini akan berkontribusi pada pengembangan ekonomi masyarakat di waktu yang akan datang,” tambahnyya.
Kasi Pembangunan Kelurahan Podorejo Totok Indarto, S.T. mengapresiasi program Ngeremboko Aksoro yang dinilai mampu menggabungkan literasi dengan keterampilan sesuai kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pembagian program berdasarkan kelompok usia membuat pendampingan lebih tepat sasaran, mulai dari anak-anak, remaja, usia produktif hingga lansia.
“Program-program keterampilan dapat disesuaikan dengan potensi yang ada. Untuk UMKM, ke depan juga perlu terus didorong, terutama dari sisi pemasaran, packaging, rasa, dan kualitas produk agar semakin berkembang,” ujarnya.
Ia juga menilai penguatan literasi bagi anak menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital. Menurutnya, pendampingan yang dilakukan mahasiswa dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut.
“Harapannya ini bisa berkembang terus, lebih baik lagi, lebih maju. Ilmu-ilmu yang diberikan adik-adik dapat diadopsi dan diterapkan dalam kehidupan nyata,” tuturnya.
Program Ngeremboko Aksoro sendiri mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari UNNES, FIPP UNNES, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Kelurahan Podorejo, hingga sejumlah perangkat daerah dan unsur masyarakat. Dukungan juga datang dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta Dinas Arsip dan Perpustakaan di tingkat Kota Semarang maupun Provinsi Jawa Tengah.
Selain itu, keterlibatan RT, RW, FKK Podorejo, Posyandu, Karang Taruna, dan berbagai kelembagaan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program.
Melalui pembentukan kader kelembagaan empat Pojok Literasi, Tim PPK Ormawa SGL PGSD UNNES menegaskan komitmennya agar manfaat program dapat terus berjalan setelah pendampingan mahasiswa berakhir.




